Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kemakmuran Menurut Orang Sunda, Gubernur Jawa Barat Tegaskan Utamanya Punya Rumah, Dedi Mulyadi Temukan Keluarga di Rumah Sepetak Anaknya 24 Orang

Lucky Lukman Nul Hakim • Minggu, 21 September 2025 | 19:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan keutamaan memiliki rumah sendiri.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan keutamaan memiliki rumah sendiri.

RADAR BOGOR - Kesejahteraan masyarakat menjadi keutamaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam program kerjanya.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, berbagai keutamaan orang Sunda jika ingin hidup bahagia.

"Orang Sunda tuh begini, kemakmuran menurut orang Sunda tuh gimana sih? Kemakmuran menurut orang Sunda tuh satu imahna pageuh, dua bajuna weuteuh, tilu biwirna baseuh, empat pamajikanana jarang reuneuh. Yang kelima, bari jeung dikereyeuh," tutur Gubernur Jawa Barat.

Jadi, menurut KDM (sapaan Dedi Mulyadi), bagi orang Jawa Barat yakni kepemilikan rumah adalah yang utama.

"Rumah itu yang pertama. Jadi imahna pageuh heula," kata Gubernur Jawa Barat.

Selanjutnya, kata Dedi Mulyadi, pakaian yang bagus.

"Setelah imah pageuh itu baju weuteuh. Jadi jangan dulu kredit baju kalau belum punya rumah," ungkap Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi juga mengimbau, masyarakat di Jawa Barat agar jangan dulu kredit mobil atau motor kalau belum punya rumah.

"Mulailah dari rumah, maka lagunya adalah rumah kita sendiri," ucap KDM.

Dalam ajaran Islam, sambung Dedi Mulyadi, baiti jannati.

"Surga itu ada di rumah, iya kan, ya ada isinya Sukma Ayu. Saya ada rumahnya beberapa, tapi istri enggak punya. Siapa yang mau jadi istri, isi rumah saya dipersilakan," papar Gubernur Jawa Barat.

"Nah, sekarang kemudian baru bajunya weuteuh," kata Dedi Mulyadi.

"Setelah bajunya weuteuh, baru bibirnya baseuh," sambung KDM.

"Apa artinya? Menikah," ungkap Gubernur Jawa Barat.

"Kemudian setelah itu, ingat setelah menikah, istrinya harus ber-KB (Keluarga Berencana) ya kan," tutur Dedi Mulyadi.

"Jarang reneuh, bari jeung dikeureuyeuh, tapi suaminya normal. Ya kan, Normal tapi tidak beranak terus. Jangan sekali cos jadi, kan ngomongnya harus begitu," kata KDM.

"Nah, problem hari ini saya ngomong tentang kemiskinan," tegas Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi mengaku, selalu berkeliling daerah.

"Apa yang terjadi pada kemiskinan itu? Pertama, anaknya banyak. Kedua, tidak punya rumah," jelas KDM.

Di rumah yang sempit tersebut, Gubernur Jawa Barat mengaku, menemukan berapa kasus yakni ada orang yang tinggal di rumah petak, anaknya 16 orang.

Dedi Mulyadi menambahkan, ada warga yang tinggal di rumah petak dengan anak 11 orang.

"Ada keluarga yang tinggal di rumah petak, anaknya 24," papar Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Jabar Jadi Idola, Dedi Mulyadi Sebut Biaya Operasional yang Dimuat di Media Sosial hanya Gubernur Jawa Barat

Menurut KDM, anehnya adalah orang yang punya uang susah mempunyai anak.

"Walaupun istrinya banyak, enggak mau beranak. Yang nakal-nakal itu kan istrinya banyak, tapi enggak ada yang anak satu pun terjadi," papar Gubernur Jawa Barat.

Namun, kata Dedi Mulyadi, orang-orang yang prasejahtera mudah punya anak.

KDM menambahkan, anak orang kaya susah makan dan harus cari dokter gizi, dicekoki dulu.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, anak orang miskin inginnya makan terus, hawanya beda.

"Jadi hawa orang kaya itu kenyang terus. Hawa orang miskin lapar terus. Nah, ini kan yang terjadi seperti itu. Nah, sehingga negara harus menyelesaikan problem kemiskinan. Negara harus membangun pertumbuhan," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #KDM #gubernur jawa barat #rumah