RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil pendekatan humanis dalam menata Situ Ciburuy di Kabupaten Bandung Barat.
Penertiban bangunan permanen di area ini memang diperlukan untuk mengembalikan fungsi situ sebagai kawasan konservasi.
Namun, Dedi Mulyadi juga memahami kekhawatiran warga yang telah lama tinggal di sana dan tidak memiliki tempat lain untuk pindah.
Alih-alih hanya menggusur, Dedi Mulyadi, menawarkan sejumlah solusi yang komprehensif dan terstruktur untuk memastikan kesejahteraan warga tetap terjamin.
Bantuan untuk Transisi dan Keberlanjutan Hidup
Solusi yang ditawarkan Dedi Mulyadi mencakup bantuan jangka pendek dan jangka panjang:
1. Bantuan Kontrakan
Setiap keluarga terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp10 juta untuk biaya sewa kontrakan selama satu tahun.
Dana ini bertujuan memberikan waktu dan ketenangan bagi warga untuk mencari tempat tinggal permanen tanpa terburu-buru.
2. Dukungan Ekonomi
Dedi Mulyadi juga memperhatikan aspek ekonomi warga. Bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, ia menawarkan kesempatan untuk bekerja sebagai tenaga kebersihan atau dalam proyek pembangunan drainase dengan gaji sesuai upah minimum kabupaten.
Sementara itu, pemilik warung yang terpaksa pindah akan diberikan bantuan modal usaha sebagai kompensasi, agar mereka bisa memulai kembali bisnisnya.
3. Solusi Jangka Panjang
Untuk kepemilikan rumah permanen, Dedi Mulyadi berencana membeli lahan seluas 1 hektar di dekat Situ Ciburuy.
Di lahan tersebut, Dedi Mulyadi akan membangun kompleks rumah panggung yang layak bagi warga terdampak.
"Tahap pertama saya nyiapin Rp10 juta untuk kontrak, tahap kedua saya nyiapin rumah panggung untuk warga sekitar untuk punya rumah di sekitar Situ Ciburuy,” tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dengan solusi ini, Dedi Mulyadi berharap penataan Situ Ciburuy dapat berjalan lancar.
Ia juga berharap agar warga miskin yang terdampak tidak hanya mendapatkan rumah layak, tetapi juga pekerjaan yang stabil, sehingga mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik.***
Editor : Eli Kustiyawati