Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Sebut Masyarakat yang Terjadi Saat Ini Adalah Kajeun teuing Tekor Asal Kasohor, Dedi Mulyadi Minta Pejabat Jangan Flexing

Lucky Lukman Nul Hakim • Senin, 22 September 2025 | 05:55 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pejabat tidak flexing.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta pejabat tidak flexing.

RADAR BOGOR - Membuat seluruh masyarakat mendapatkan kesejahteraan menjadi target Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Sampai sekarang otak saya tetap, walaupun enggak pernah sekolah statistik. Saya selalu mengatakan kalau ingin membangun kemakmuran rakyat itu jangan dulu ngomong pendekatan peningkatan pendapatan rakyat, jangan," ujar KDM (sebutan Dedi Mulyadi) di hadapan menteri dan para wali kota serta bupati.

Gubernur Jawa Barat menegaskan, yang harus dilakukan negara adalah bagaimana rakyat sedikit mengeluarkan uangnya.

"Karena saya punya pengalaman sebagai orang desa, ibu saya anaknya 9, kok saya bisa sekolah sih sampai sarjana 9-nya? kok makannya cukup? Kenapa?," tegas Dedi Mulyadi.

Karena, sambung KDM, ibu-ibu zaman dulu berhasil mengatur rumah tangga dengan sedikit pengeluaran.

Yang penting, punya beras dan garam sudah tenang hidupnya.

Sekarang, jelas Dedi Mulyadi, tidak bisa, tidak punya kuota tidak tenang.

"Enggak bisa jalan-jalan malam hari, enggak tenang," ungkap Gubernur Jawa Barat.

"Ini problem apa sih yang terjadi pada masyarakat Indonesia hari ini?," kata Dedi Mulyadi.

"Pada masyarakat Jawa Barat yang terjadi adalah kajeun teuing tekor asal sohor," sambung KDM.

Problemnya apa? Gubernur Jawa Barat memaparkan, kelas menengah bawah ingin bergaya seperti tetangganya yang agak atas.

Sehingga, mereka nekat untuk meminjam uang.

Untuk itu, tegas KDM, tidak boleh para pejabat memperlihatkan, memosting sesuatu yang tidak terjangkau oleh rakyatnya alias flexing.

"Misalnya, cerita ini saya lagi belanja di Singapura, enggak boleh, karena pejabat walaupun duit sendiri," ucap Gubernur Jawa Barat.

"Oh, ini saya lagi makan sama keluarga di rumah makan ini," sambung Dedi Mulyadi.

Menurut KDM, perilaku tersebut menimbulkan obsesi membuat masyarakat pra sejahtera ingin seperti apa yang dalam video itu.

Akhirnya, kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hari ini banyak orang kelas menengah bawah tidak masak di rumah, makannya di rumah makan. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #flexing #KDM #gubernur jawa barat