Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Singgung Layanan Kesehatan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Perintahkan Sopir Ambulans Diangkat Jadi Tenaga Pemerintah

Siti Dewi Yanti • Senin, 22 September 2025 | 20:37 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perintahkan  sopir ambulans diangkat menjadi tenaga pemerintah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perintahkan sopir ambulans diangkat menjadi tenaga pemerintah

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung soal layanan terhadap kesehatan, terutama sopir ambulans.

Kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, para sopir ambulans tidak dilengkapi bahan bakar oleh kepala desa.

"Akhirnya walaupun ambulannya ada, ketika berangkat mungut dan mereka tidak digaji," ungkapnya.

Baca Juga: Analisis Para Pakar Sepak Bola Tentang Perebutan Ousmane Dembele Dan Lamine Yamal di Ballon d'Or

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat meminta agar sopir ambulans dimasukkan menjadi tenaga pemerintah kabupaten dan provinsi.

"Ini penting loh, Pak. Jangan sampai yang enggak ada kerja digaji, yang kerja enggak digaji. Ini di Indonesia itu begitu," pungkasnya.

Dedi Mulyadi juga menyebutkan soal layanan di rumah sakit bagi pemegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Baca Juga: KKS Peralihan Harus Sabar, Kemensos dan Bank Penyalur Fokus Distribusikan Kartu Baru agar Dana Bansos Cair di Oktober 2025

"Apakah layanan di rumah sakit itu masih menyelesaikan BPJS bagi masyarakat miskin? Tidak," lanjutnya.

Gubernur Jawa Barat menceritakan, setiap hari di rumahnya, sebanyak 50 sampai 100 orang mengantri untuk mendapat bekal operasional.

"Makanya operasional gubernur diberikan ke sana," tegasnya.

Baca Juga: Bansos Tambahan Oktober 2025 Makin Lengkap, 18,3 Juta KPM Dapat Beras dan 4 Liter Minyak Goreng untuk Akhir Tahun, Lebih dari PKH BPNT

Dedi Mulyadi menerangkan masalah yang kerap ditemui oleh warga.

"'BPJS-nya sudah bisa, kita free. Tetapi selama saya di rumah sakit, suami saya enggak kerja. Berhenti, Pak. Anak di rumah makannya dari mana? Makanya perlu biaya untuk nungguin'" ucapnya.

Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar rumah kos di sekitar rumah sakit dikontrak pemprov.

Baca Juga: Tak Perlu Lewat Hp, Semua Warga Bisa Daftar Bansos Digital 2025 Bawa Harapan Baru dengan Syarat Mudah

Di kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi membeberkan terkait pendidikan di Jawa Barat yang mahal karena uang jajan anak sekolah.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #sopir ambulans