RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah membahas terkait rencana pembangunan di provinsi yang dipimpinnya pada 2026.
Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Jawa Barat beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi menyampaikan fokus kinerja Provinsi Jawa Barat pada tahun kedua yakni 2026 adalah menyelesaikan berbagai masalah infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, bangunan sekolah, bangunan rumah sakit, bangunan Puskesmas dan berbagai bentuk fasilitas publik lainnya.
"Pertama adalah yang akan kita selesaikan tidak akan dulu menyelesaikan jalan-jalan kecil, kita akan menyelesaikan jalan-jalan besar yang itu menjadi konsen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujar Dedi Mulyadi dalam rapat koordinasi di hadapan para bupati wali kota se-Jabar yang diunggah di YouTube Lembur Pakuan Channel.
Untuk wilayah perkotaan pada 2026 gubernur Jawa Barat menyebut akan memfokuskan membantu kota-kota yang mengalami problem kemacetan.
Misalnya di Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bandung serta berbagai tempat lainnya adalah yang memiliki potensi kemacetan.
"Karena kemacetan itu melahirkan inefisiensi, penghabisan bahan bakar waktu yang panjang dan kemudian rasa depresi yang melanda masyarakat perkotaan dan itu akan memiliki efek sosial terhadap kesehatan manusia kemudian juga rasa bahagia ini kan dan kemudian tingkat kriminalitas karena emosi yang tinggi," ungkap Dedi Mulyadi.
Untuk itu Dedi meminta para bupati dan wali kota di Provinsi Jawa Barat untuk melakukan kerja sama misalnya dengan membangun jembatan layang.
Dalam pembangunan jembatan layang itu maka pembebasan tanahnya kata Dedi dilakukan oleh bupati dan wali kota sedangkan pembangunannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ini yang harus dilakukan, misalnya kemarin kan di Bandung Barat macet dari stasiun kereta cepat Padalarang nanti ke jalan Padalarang itu jembatan layang dan juga sudah diambil alih oleh pengembang jadi pembebasan lahannya nanti oleh provinsi kalau itu dibalik pembangunannya dilakukan oleh pengembang," paparnya.
Pola-pola seperti itu menurut Dedi Mulyadi akan dilakukan secara bersama dan secara teknis ia meminta Kepala Dinas Perhubungan di kabupaten dan kota di Provinsi Jabar beserta para kepala dinas pekerjaan umum (PU) untuk bersama-sama merumuskan.
Selanjutnya kata Dedi pihaknya juga akan fokus dalam menyelesaikan masalah sampah, meskipun akan menjadi interverensi pemerintnah pusat tetapi secara bertahap pihaknya akan menyelesaikannya.
Dedi Mulyadi juga menargetkan pada 2027 mendatang tidak ada lagi jalan jelek di wilayah Provinsi Jawa Barat.
"Karena saya targetkan di 2027 itu sudah tidak ada lagi jalan yang jelek di Jawa Barat, baik jalan desa jalan kabupaten maupun jalan provinsi karena ini bagaimanapun keberhasilan pembangunan itu ukurannya jalan," tegas Dedi Mulyadi.
Editor : Eka Rahmawati