RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) karena telah mengundang Dedi Mulyadi.
"Saya datang ke sini sebuah kehormatan bertemu Bapak, dan Bapak hafal betul konten-konten saya gitu," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menuturkan keinginannya untuk menjadi anggota ahli bedah.
"Pertama saya ahli bedah perasaan. Kedua, ahli bedah anggaran. Dan yang ketiganya tadi sayanya membedah MC ternyata sudah bisa membedah bajunya sendiri," sebutnya yang disambut tawa.
Dedi Mulyadi pun meminta undangan yang hadir untuk memberikan tepuk tangan kepada pembawa acara.
Gubernur Jawa Barat pun terlibat percakapan dengan pembawa acara perempuan.
"Mudah-mudahan suaminya enggak cemburu. Kenapa belum punya suami? Ya Allah, kok kebeneran ya?" tuturnya yang membuat suasana makin meriah.
Pembawa acara wanita mengatakan, tengah mencari jodoh.
"Lagi cari jodoh. Enggak usah dicari di sini ada," candanya.
Di acara yang sama, Dedi Mulyadi juga menyapa Dr. Suprianto, Pak Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin beserta istri, ketua panitia, dan Kepala Dinas Kesehatan.
"Saya ucapkan terima kasih dan tadi saya melihat tetesan air mata seorang istri yang setia," ujarnya.
Menurut Gubernur Jawa Barat, ketika suami telah tiada, meninggalkan kenangan dan diapresiasi maka seluruh pikirannya akan masuk dalam catatan kenangan hidup.
"Berbahagialah seseorang yang ketika pergi ditangisi yang ditinggalkan," ungkapnya.
Artinya, Dedi Mulyadi melanjutkan, perjalanan hidupnya sangat baik.
"Saya pura-pura enggak nangis, lihat ibu. Enggak kuat kalau lihat seorang perempuan menangis. Karena saya tidak kuat seorang perempuan menangis," bebernya.
Oleh karenanya, Gubernur Jawa Barat menjabarkan, tidak pernah melihat air mata perempuan ketika meninggalkan saya, karena saya khawatir saya balik lagi, biar ketawa," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti