RADAR BOGOR – Melalui kanal YouTube pribadinya, Kang Dedi Mulyadi Channel, Gubernur Jawa Barat memperlihatkan perjalanannya di sepanjang bantaran sungai di Karawang, Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menemukan beberapa bangunan yang didirikan tepat di atas saluran air. Bangunan-bangunan ini diduga milik oknum yang menyewakan lahan kepada warga pendatang.
Akibat dari pembangunan liar ini, aliran air menuju sawah menjadi terhambat. Bahkan, di beberapa titik, aliran air benar-benar terputus.
Hal ini menyebabkan puluhan hektar sawah kekeringan dan gagal panen. Para petani pun mengeluhkan kondisi ini karena mereka menggantungkan hidup dari hasil panen.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga menemukan adanya pembatas dari besi yang dibangun oleh perusahaan pengembang perumahan mewah. Pembatas ini juga menghambat aliran air sungai.
Hal ini dilakukan demi mencegah banjir di area perumahan mewah tersebut, namun justru menimbulkan dampak buruk bagi petani dan warga di sekitarnya.
Solusi untuk Mengatasi Permasalahan
Untuk mengatasi masalah ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.
Dedi Mulyadi menegaskan agar bangunan-bangunan liar di bantaran sungai segera dibongkar.
“Bongkar aja bangunan liar,” tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga meminta lurah setempat untuk menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang tinggal di bangunan liar tersebut.
“Kan maksudnya warganya ini direlokasi siapin rumah, dia diusir juga diusir kemana gak punya rumah,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi mengusulkan dua tahap relokasi:
1. Tahap Pertama: Warga akan diberi uang sebesar 10 juta rupiah per keluarga untuk biaya sewa kontrakan sementara.
“Kita kasih untuk kontrakan Rp10 juta satu rumah,” ucap Dedi Mulyadi.
2. Tahap Kedua: Pemerintah daerah akan membangunkan rumah yang layak di lahan relokasi yang sudah disiapkan.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mendesak pihak kontraktor perumahan untuk bertanggung jawab dan membongkar pembatas yang menghalangi aliran air.
Dengan normalisasi saluran air, diharapkan sawah-sawah dapat kembali terairi dan petani bisa kembali panen.
Dedi Mulyadi berharap dengan adanya tindakan tegas ini, masalah kekeringan yang melanda sawah-sawah di Karawang dapat segera teratasi.***
Editor : Eli Kustiyawati