RADAR BOGOR - Ratusan pelajar korban keracunan MBG atau Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat langsung dicek Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana dan jadi perhatian khusus Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dadan memastikan operasional dapur SPPG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi di Kampung Cipari, Desa Cijambu diberhentikan sementara.
Sebanyak 352 siswa mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, SMK di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat mengalami keracunan setelah makan menu MBG.
Para korban sempat memperoleh perawatan di sejumlah lokasi seperti GOR Kecamatan Cipongkor, RSUD Cililin dan RSI Anugerah.
Kondisi mayoritas para korban kini mulai membaik dan telah kembali ke rumahnya masing-masing.
Selain memeriksa kondisi para korban, Kepala Badan Gizi Nasiona (BGN) Dadan Hindayana pun memeriksa SPPG di Kampung Cipari, Desa Cijambu yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Dadan menduga, ada kesalahan dari SPPG dan segera mengevaluasi pola produksi di seluruh dapur SPPG khususnya yang baru beroperasi tersebut.
"Sebenarnya, kondisi SPPG bagus, hanya mungkin ada keteledoran yang itu kemudian wajib menjadi perbaikan menyeluruh di SPPG tersebut," jelas Dadan.
Kepala BGN menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan untuk menghentikan sementara operasional SPPG.
Dadan mengakui, kasus serupa banyak kejadian di SPPG-SPPG baru dan butuh pembiasaan sampai mampu melakukan kegiatan dalam jumlah besar.
"Jadi saya sudah menginstruksikan untuk memulai kegiatan dari jumlah kecil," ungkap Dadan.
Menanggapi kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, peristiwa keracunan massal MBG disebabkan makanan yang disajikan telah basi.
Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengatakan, makanan MBG dibagikan kepada siswa siang hari, sementara itu makanan dimasak malam hari.
Menurut Gubernur Jawa Barat, pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan mengundang penyelenggara MBG di Jawa Barat untuk evaluasi secara terbuka.
"Harus bisa memperhitungkan jam, antara jam dimasak dan jam dimakan, ini problemnya, itu penjelasan Kepala Dinas Kesehatan," jelas Dedi Mulyadi.
"Jadi saya meminta untuk mereka yang menjadi penyelenggara pemegang dapur-dapurnya harus menyesuaikan dengan jam makannya anak jam berapa, sambung Gubernur Jawa Barat.
"Jadi jangan masaknya terlalu sore atau selalu malam kan gitu. Kalau bisa sih agak mepet ke pagi agar nasi dan makanannya disajikan masih dalam keadaan fresh," pungkas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim