RADAR BOGOR – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Jawa Barat pada tahun 2026 mendatang akan dilaksanakan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini telah mengeluarkan surat edaran tentang fasilitas pemilihan kepala desa serentak secara elektronik atau digital.
Metode pemilihan kepala desa yang ditetapkan oleh Dedi Mulyadi pada tahun depan cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, hal ini dinilai sebagai sesuatu yang baru dilaksanakan di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi juga berpesan agar Pilkades secara elektronik tersebut dipersiapkan secara matang, sehingga masyarakat pun memahami metode pemilihan yang satu ini.
"Semua harus dipersiapkan secara benar dan tepat, karena ini relatif baru di Jawa Barat, bahkan di Indonesia," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @humas_jabar, Rabu, 24 September 2025.
Sementara itu, isi surat edaran terkait fasilitas pelaksanaan Pilkades elektronik tersebut mencakup beberapa hal, yaitu sebagai berikut:
1. Administrasi dan pemutakhiran data pemilih
Secara administrasi, tentu harus benar-benar dipersiapkan secara matang oleh panitia Pilkades, termasuk di antaranya pemutakhiran data pemilih dari masing-masing desa.
2. Sosialisasi pemilihan
Program Pilkades elektronik ini tentunya perlu disosialisasikan terlebih dahulu, baik kepada perangkat desa maupun masyarakat yang akan menentukan pilihannya.
Sosialisasi ini dinilai sangat penting, mengingat masyarakat di pedesaan harus tahu terlebih dahulu tentang metode pemilihan kepala desa dengan cara baru tersebut.
3. Pelatihan dan simulasi
Sebelum dilaksanakan pada hari pemilihan, Pilkades elektronik ini harus didahului dengan pelatihan atau simulasi.
Beberapa tahun lalu, pemilihan kepala desa dilakukan dengan sistem pencoblosan. Dengan berubahnya metode pemilihan, panitia dan masyarakat harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
Demikian informasi terkait Pilkades serentak secara elektronik yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk pemilihan kepala desa di Jabar tahun 2026 mendatang.***
Editor : Eli Kustiyawati