RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau kondisi bangunan liar yang berdiri di dekat aliran Sungai Citarum. Warga diketahui membeli tanah garapan yang diduga merupakan lahan pengairan.
Dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, ia membagikan vlog sidak yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan warga.
Didampingi lurah setempat, Dedi Mulyadi mendapat penjelasan bahwa saluran air yang seharusnya memiliki lebar tiga meter terhambat akibat keberadaan bangunan liar, sehingga aliran air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan izin dan alasan warga membangun rumah di atas saluran tersebut. Ia juga menegaskan agar bangunan liar itu segera dibongkar. Warga berdalih bahwa mereka telah membayar untuk menempati tanah tersebut, namun pihak yang menerima uang sudah meninggal dunia.
Tercatat ada 173 Kepala Keluarga (KK) yang harus menerima pembongkaran agar fungsi saluran pengairan dapat dikembalikan.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa warga akan direlokasi. Ia meminta lurah setempat mencarikan lahan yang dapat dibeli untuk dibangun rumah layak huni.
“Bapak lurah, di sini ada tidak tanah yang bisa dibeli untuk lokasi pembangunan rumah? Maksudnya, warga ini direlokasi, disiapkan rumah. Kalau diusir, mereka mau tinggal di mana, sementara tidak punya rumah,” ungkap Dedi Mulyadi.
Dalam momen kunjungan tersebut, banyak ibu-ibu terlihat antusias ingin berfoto bersama Dedi Mulyadi.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga memberikan solusi sementara berupa biaya kontrakan sebesar Rp10 juta per rumah, hingga pembangunan rumah di lahan baru selesai.
“Jadi begini, tahap pertama kita kasih untuk kontrakan Rp10 juta per rumah. Tahap kedua, pak lurah mencari tanah untuk dibangun rumah yang sama,” pungkasnya.
Dedi Mulyadi menekankan agar persoalan ini segera ditangani dan diselesaikan dengan cepat.***
Editor : Eli Kustiyawati