Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Saweran, Simbol Kepemimpinan Humanis Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Tengah Warga Jabar

Fransisca Susanti Wiryawan • Rabu, 24 September 2025 | 20:30 WIB
Momen akrab sawer Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada seorang warga Jabar.
Momen akrab sawer Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kepada seorang warga Jabar.

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memperlihatkan kedekatannya dengan warga Jawa Barat melalui tayangan instagramnya @dedimulyadi71. Euforia warga membuncah.

Pertemuan KDM (sapaan akrab Dedi Mulyadi) dengan warga penuh tawa dan canda ketika menyaksikan adegan bansos sawer.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sawer ialah meminta uang pada penonton atau penonton memberi uang kepada pemain (pada pertunjukan keliling seperti kuda kepang, topeng, dll).

Arti lainnya, menebarkan uang, beras, dan sebagainya kepada undangan oleh pengantin.

Sementara Hastuti dan Soedarsono (2002) mendefinisikan sawer sebagai cara tertentu penonton dalam memberikan hadiah berupa uang atau makanan kepada pemain panggung.

Di daerah Indramayu, Jawa Barat, acara pertunjukan topeng biasanya diiringi dengan sawer.

Siapa yang menyangka sosok Dedi Mulyadi yang biasanya hanya ada di media massa, sekarang berada begitu dekat.

Dari makhluk 2D (dua dimensi) berubah wujud menjadi 3D (3 dimensi). Tentu warga gempar!

KDM hadir di tengah warga Jawa Barat (Jabar) yang merindukan figur pemimpin yang memahami kesulitan dan kebutuhan rakyat.

“Bapak, engke Sabtu datang ka dieu. Abdi biduanana, Pak. Nyawer nya, Pak? (Bapak, nanti Sabtu datang ke sini. Aku penyanyinya, Pak. Sawer ya, Pak?)” pinta si gadis.

“Sini. Dangdut?” tanya KDM.

Sang gadis langsung mendekat diiringi pekikan warga yang heboh.

Gadis yang antusias tersebut tak segan meminta sawer pada KDM.

Pemimpin Provinsi Jawa Barat tersebut menyanggupinya dengan satu syarat. Bernyanyilah! Tunjukkan bakatmu!

“Sok nyanyi. Urang ngadengekeun. (Ayo nyanyi. Aku dengarkan),” ujar Dedi Mulyadi.

“Aduh, asa geumpeur nya. Disawer moal? (Aduh, rasanya gugup. Disawer, tidak?),” katanya

“Rp 500 ribu,” ucapnya

Karena suara sang penyanyi dangdut merdu, sang gubernur Jawa Barat pun memberikan uang Rp 500 ribu. Dibayar tunai.

Tentu saja langsung terjadi kehebohan.

Di era stagnasi ekonomi seperti ini tentu memperoleh uang sawer dari KDM bagaikan memperoleh durian runtuh.

Momen kedekatan KDM dengan warga Jawa Barat sangat menarik.

Biasanya, pejabat terkesan sulit didekati.

Dedi Mulyadi menghilangkan batasan tembok tinggi tersebut.

Sang penyanyi dangdut berani mempertanyakan status KDM yang merupakan duda.

Tentu saja KDM membalasnya dengan penuh canda.

“Tos aya kabogoh acan? (Sudah ada pacar belum?)” tanya Dedi Mulyadi.

Mimik wajahnya yang serius malah memancing tawa.

“Loba (Banyak),” jawab si penyanyi dangdut dengan lincah.

Tak peduli perihal dirinya akan diposting di instagram KDM.

“Ah aing mah ... (Ah, sayang sekali...)” komentar Dedi Mulyadi penuh penyesalan.

Perkataannya langsung direspon ledakan tawa warga yang menyaksikan adegan kocak tersebut.

Walaupun sang penyanyi dangdut tersebut masih duduk di bangku sekolah, keberaniannya unjuk gigi di hadapan KDM patut diacungi jempol.

Walaupun gugup, ia menyanyikan lagu Lesti Kejora dengan lancar dan merdu.

Gadis belia berhijab tersebut berhasil memperoleh uang sawer dari Gubernur Jawa Barat.

Lumayan untuk kebutuhan sekolah ataupun jajan.

Menurut Hastuti dan Soedarsono (2002), sawer merupakan suatu apresiasi penonton terhadap pemain panggung berdasarkan selera estetika dan nilai-nilai etika yang berlaku dan diacu penonton.

Selain memberi keuntungan finansial bagi pemain panggung, sawer merupakan ajang sosial budaya, yaitu wahana sosialisasi antara warga desa.

Dedi Mulyadi memahami bahwa sawer merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi si penyanyi dangdut.

Selain itu, sawer merupakan wahana sosial budaya untuk mempererat hubungan sang Gubernur Jawa Barat dengan warganya.

Untuk memperbesar peluang si penyanyi dangdut terjun secara profesional, KDM mentag Lesti Kejora dan Abi Ramzi, MC Dangdut Academy Indosiar di postingan instagramnya.

Tak hanya si penyanyi dangdut, KDM juga memberikan bansos tunai pada seorang ibu yang anaknya sakit epilepsi.

Bantuan langsung tersebut sangat diapresiasi. Alhamdulillah.

Bantuan dari hati yang tulus sangat bernilai.

Bukan dari besar kecilnya jumlah bansos.

“... ku tak rela melepaskan KDM...”

Begitulah penutup nyanyian merdu sang biduan yang disawer.

Kalimat sederhana tersebut menggambarkan bahwa Dedi Mulyadi memang sosok pemimpin yang dekat dengan warga Jawa Barat. (*)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #KDM #gubernur jawa barat #bansos #Sawer