RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi diundang Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati pada Selasa, 23 September 2025.
Acara tersebut digelar oleh rektor UIN Sunan Gunung Djati hingga mengundang Dedi Mulyadi sebagai narasumber utama pada acara Stadium General.
Dedi Mulyadi yang biasa disapa KDM itu mendatangi Kampus UIN Sunan Gunung Djati, tepatnya di Aula Anwar Musaddad.
Terlihat Dedi Mulyadi dengan stelan serba putihnya naik ke atas mimbar sambil mendapatkan tepuk tangan dari para mahasiswa dan petinggi UIN Sunan Gunung Djati.
Lantas KDM memberikan pidatonya dan dirinya mengatakan sudah paham terkait apa yang diinginkan oleh Rektor kampus tersebut.
"Seluruh tata acaranya dari awal sampe akhir, itu mengantarkan pada sebuah tujuan," ujar KDM.
"Sebenernya pak Rektor mau nulis proposal tetapi pake bahasa Sunda yang sangat halus, saya ngerti lah ngundang saya kesini pasti ada arahnya kemana," lanjutnya.
Hal yang dimengerti dan dipahami oleh KDM yakni, Rektor UIN mengundang dirinya karena ada keinginan agar mesjid Al Jabbar menjadi bagian dari kampus UIN Sunan Gunung Djati.
"Ujungnya adalah Al Jabbar harus bagian dari UIN," ucap Dedi Mulyadi.
Pria yang dijuluki warga Jabar sebagai bapak aing itu, telah melakukan komunikasi dengan Kepala PU mengenai realisasi jembatan yang menghubungkan kampus dengan mesjid Al Jabbar.
Besar kemungkinan menurut KDM tahun depan sudah dapat dinikmati jembatan tersebut.
Mendengar pidato dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terlihat senang dan bertepuk tangan petinggi UIN dan mahasiswa yang hadir di acara tersebut. ***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim