Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswa Keracunan MBG di Jabar Marak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bakal Telusuri Kesesuaian Harga Menu

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 24 September 2025 | 22:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu 24 September 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bale Pakuan Pajajaran, Kota Bogor, Rabu 24 September 2025.

RADAR BOGOR - Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kian marak terjadi di Jawa Barat (Jabar). Sejumlah siswa penerima manfaat mendadak sakit perut usai menyantap menu yang disajikan.

Kota Bogor juga menjadi salah satu wilayah yang memiliki pengalaman kelam tersebut dan ratusan siswa pernah menjadi korbannya sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan medis.

Terbaru di wilayah Kabupaten Bandung Barat tepatnya di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal maraknya kasus dugaan keracunan MBG dan menyebut perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelola MBG.

“Kalau penyelenggara kegiatan tidak mampu atau vendor yang melaksanakan kegiatan layanannya tidak punya kemampuan, dia mesti dievaluasi dan diganti pada yang lebih mampu,” tegas Dedi Mulyadi saat ditemui di Bale Pakuan Pajajaran Kota Bogor, Rabu, 24 September 2025.

Pihaknya berjanji akan segera memanggil seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dan melakukan penyelidikan termasuk soal kesesuaian harga menu yang disajikan.

“Makanan yang disajikan sesuai dengan harga atau tidak, hal itu yang akan menjadi objek penyelidikan saya. Artinya, saya akan mengevaluasi benar tidak itu Rp10 ribu,” ujar Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat juga menuturkan kasus dugaan keracunan MBG disebabkan karena ketidaksesuaian antara petugas dengan penerimanya, belum lagi jarak dari rumah produksi dengan lokasi distribusi cukup jauh.

Kondisi tersebut semakin diperparah karena penyajian dilakukan terlalu lama sejak proses masak, sebab biasanya petugas mulai produksi saat malam hari dan didistribusikan pagi harinya.

“Masaknya jam 1 malam atau masaknya jam 12 malam, disajikannya jam 12 siang kan jarak waktunya lama. Nah, itu kan perlu dievaluasi, kalau sudah dievaluasi tapi masih terjadi berarti penyelenggara tidak mampu,” tegas Dedi Mulyadi.(rp1)

Direktur SDM dan Umum PT Pelindo Jasa Maritim, Rahmat Prayogi diwawancarai Kaltim Post, Rabu (24/9). (BAYU/KP)
Direktur SDM dan Umum PT Pelindo Jasa Maritim, Rahmat Prayogi diwawancarai Kaltim Post, Rabu (24/9). (BAYU/KP)
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #keracunan #gubernur jawa barat #Mbg