Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Efisiensi APBD, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tak Cari Katering, Pilih Cari Tukang Masak Liwetan

Fransisca Susanti Wiryawan • Kamis, 25 September 2025 | 20:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat makan bersama warga.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat makan bersama warga.

RADAR BOGOR – Demi efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2026, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan untuk ngaliwet (memasak nasi liwet) di pemerintahan, tidak menggunakan jasa catering.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan efisiensi APBD akibat menurunnya dana transfer pusat ke Jabar senilai Rp2,458 triliun.

Meski menyatakan akan melakukan efisiensi APBD, tapi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen, untuk tetap melakukan pembangunan infrastruktur dan mempertahankan kualitas layanan publik.

Pria kelahiran Subang tersebut beropini, ketika pembangunan infrastruktur berkurang, layanan publik berisiko menurun.

Pembangunan infrastruktur tak hanya untuk kepentingan masyarakat dan wilayah, tapi juga untuk aktivitas ASN agar tidak menganggur.

Makanya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan melakukan efisiensi biaya makanan dan minuman. Pimpinan Jabar tersebut berharap dapat menurunkan anggaran makanan dan minuman seluruh Pemda Provinsi Jabar dari Rp 5 miliar hingga Rp 1 miliar.

“Urang ngaliwet sorangan. Ulah make jasa catering (Kita memasak nasi liwet sendiri. Jangan pakai jasa catering),” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi antusias.

Untuk efisiensi biaya makanan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan merekrut tukang masak agar bisa ngaliwet.

Ini merupakan pengumuman lowongan kerja terbuka. Siapa yang ingin menghidangkan kuliner khusus untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi?

Begitu selesai ikatan kerja, bisa buka usaha makanan dengan tagline Jual Makanan Favorit Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sungguh branding yang sekokoh Tembok Raksasa China.

 

Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyarankan untuk membawa bekal masing-masing ketika rapat.

Bahkan, pria yang suka mengarang lagu tersebut, menekankan untuk memprioritaskan kebutuhan air minum dibandingkan makanan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi nasehat agar tidak membeli buah mewah seperti anggur, apel, dll dengan anggaran makanan Pemprov Jabar. Seperti dirinya yang menekankan kesederhanaan dalam hidup. Membawa sesisir pisang dari kebun sendiri.

Pisang memang buah kesayangan warga Jabar. Di area Jabar mana pun pasti bertemu dengan pohon serbaguna itu. Buah, jantung, daun, hingga batangnya dapat dimanfaatkan.

Di satu sisi, pengetatan anggaran makanan ini berdampak positif pada efisiensi biaya dalam APBD Provinsi Jabar 2026.

Di sisi lain, pihak jasa catering kehilangan konsumen utamanya. Hal tersebut bisa berdampak negatif pada menurunnya omzet usaha catering, khususnya di Jabar.

Sepinya usaha catering dapat berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan, bisa saja usaha catering tersebut tutup. Hal tersebut tergantung pada berapa banyaknya konsumen tetap jasa catering itu.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #apbd #efisiensi