Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Ditolak Sejumlah Warga Kabupaten Bogor, Dedi Mulyadi: Kemana Anda Semua Ketika Banyak Anak yang Kehilangan Bapaknya

Siti Dewi Yanti • Senin, 29 September 2025 | 11:18 WIB

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditolak sejumlah warga Kabupaten Bogor terkait tambang
Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ditolak sejumlah warga Kabupaten Bogor terkait tambang

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan respon terkait video aliansi masyarakat Kecamatan Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, dan Tenjo Kabupaten Bogor.

Sejumlah warga asal Bogor tersebut menolak kebijakan Gubernur Jawa Barat atas penghentian perusahaan tambang di wilayah kami.

Mendengar pertanyaan aliansi masyarakat asal Bogor tersebut, Dedi Mulyadi mengaku mengerti akan kegelisahan pekerja yang berhubungan dengan tambang.

Baca Juga: Ruben Amorim Dalam Tekanan Besar, Manchester United Incar Gareth Southgate Sebagai Penggantinya

"Saudaraku yang baik hati, saya memahami kegelisahan, kekecewaan, dan kemarahan Anda atas keputusan saya untuk menutup sementara tambang Parung Panjang," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat memahami, para penambang yang kehilangan pendapatannya dan para pengusaha angkutan kehilangan pemasukannya.

"Sopir-sopir truk tronton, kehilangan pekerjaannya," akunya.

Baca Juga: Atlet Binaan Pajajaran Archery Centre Bogor Raih Prestasi Pada Kejuaraan Panahan Bergengsi di Malaysia

Dedi Mulyadi mengerti, banyak pihak-pihak yang dirugikan karena kebijakan ini.

"Tetapi Anda juga harus paham dari 2019 sampai 2024, ada 195 orang meninggal di jalanan karena terlindas truk, tersenggol, bertabrakan, ada 104 luka berat," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat menanyakan, para pekerja tambang saat musibah menimpa pengguna jalan.

Baca Juga: Kabar Gembira Senin Ini! Bansos PKH Tahap Empat Dalam Proses Verifikasi Pra Penyaluran Oktober 2025, KPM Segera Cek Statusmu Lewat Website Resmi

"Pertanyaannya adalah kemana Anda semua ketika banyak anak-anak yang kehilangan bapaknya. Banyak suami yang kehilangan istrinya, banyak kakak adik yang kehilangan saudaranya," pungkasnya.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, ada tangis yang pilu saat para korban jatuh di jalanan, terlindas truk-truk besar.

"Ke mana kearifan dan kebijakan Anda untuk menyelesaikan problem sosial yang ditimbulkan," lanjutnya.

Gubernur Jawa Barat menyebutkan, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan depresi yang timbul dari jalanan.

Baca Juga: ‎Rencana Pemkab Bogor Menyediakan Mobil Sekolah di Malasari Belum Juga Terealisasi, Begini Kata Dishub ‎

"Yang setiap hari bergumul dengan maut, bergumul dengan debu, berapa hancurnya ekosistem di sekitar Parung Panjang," tuturnya.

Dedi Mulyadi menegaskan, bertindak atas nama ekosistem dan keadilan, tetapi juga mempertimbangkan ekonomi.

"Saya tidak anti penambangan, tetapi saya sangat bersikap empati kepada rakyat yang derita dan saya juga merasa kecewa kenapa seolah tidak perduli kepada kepentingan orang lain dan umum," tegasnya.

Gubernur Jawa Barat mengaku kecewa pada saat jalan tengah dibangun oleh pemerintah provinsi, namun baru beberapa hari sudah dilindas.

"Berapa puluh miliar kerugian kami, apabila itu dibiarkan? Ke depan kami harus membangun lagi jalan, berapa triliun yang harus kami siapkan?

"Siapa yang menikmati? hanya para penambang. Siapa yang rugi? rakyat. Siapa yang rugi? Negara," tekannya.

Dedi Mulyadi meminta maaf, jika kebijakan dan keputusannya mengecewakan.

Baca Juga: Duh! Jelang Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kondisi Dua Kiper Andalan Timnas Indonesia Bikin Khawatir

"Akan tetapi sebagai gubernur harus mengambil keputusan yang pahit demi kehidupan yang lebih baik.

"Semoga kita menyadari berusaha harus menjaga keberkahan hidup, harus menjaga kepentingan orang lain," katanya.

Gubernur Jawa barat meminta warga membayangkan, jika ada truk yang lewat rumah setiap hari atau di belakang rumah ada aktivitas penambangan yang menimbulkan kebisingan.

"Apa Anda rela? Untuk itu, mari kita duduk bersama, merumuskan pembangunan yang berkeadilan, yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas," pintanya.

Dedi Mulyadi berharap, semua pihak dapay memperhatikan pembangunan, yang mengarah pada pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia, Jawa Barat bukan milik kita, tapi generasi yang akan datang," pungkas Gubernur Jawa Barat.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #bogor #gubernur jawa barat #tambang