RADAR BOGOR – Ni Hyang sudah tak sabar hendak pergi ke acara tahlilan almarhumah ibunda sahabatnya, Idan.
Putri bungsu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tersebut sampai lupa bahwa ia sudah mengenakan seragam lengkap dan hendak pergi ke sekolah bersama bocah yang disapa Mayor Idan itu.
Dedi pun mengingatkan bahwa Ni Hyang tetap harus mengutamakan pendidikan dan berangkat ke sekolah lebih dulu.
Ketika Ni Hyang bersiap hendak pergi ke sekolah bersama Mayor Idan pagi ini Senin, 29 September 2025, Dedi Mulyadi bercakap-cakap dengan anak perempuan kesayangannya itu.
Momen singkat tersebut menunjukkan perhatian sang Gubernur Jawa Barat yang tetap memperhatikan keluarga di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah.
“Sekarang mau ke mana?” tanya Dedi Mulyadi kepada Ni Hyang dikutip dari Instagram @dedimulyadi71.
“Mau ke tahlilan,” jawab Ni Hyang.
“Tahlilan? Bukan, sekarang mah mau sekolah,” kata Dedi Mulyadi sembari menahan senyum.
Ternyata anak perempuannya itu terus memikirkan acara tahlilan almarhumah ibu Mayor Idan dan malam ini merupakan malam ketujuh.
Ketika menyadari dirinya salah sangka, Ni Hyang menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan imut.
"Nanti malam sehabis isya, tahlilan Almarhum Mama Mayor Idan. Nanti Ni Hyang mau mengirim makanan apa?” tanya gubernur Jawa Barat.
“Biscuit, chiki, sama jasuke (jagung susu keju),” jawab Ni Hyang antusias.
Di belakang Ni Hyang, tampak Mayor Idan tersenyum kecil, hati bocah cilik itu merasa hangat karena sang sahabat turut memikirkan acara tahlil almarhum sang mama.
Gubernur Jawa Barat kemudian meminta Ni Hyang mengucap salam.
“Sekarang kita ucapkan assalamualaikum,” ajak Dedi Mulyadi.
“Wilujeng enjing, wargi Jabar. Semoga pagi ini dalam keadaan sehat, sehat, berkah hidupnya, dan lancar rezekinya,” ucap sang pimpinan Jawa Barat yang disambut tepuk tangan oleh Ni Hyang.
“Sampurasun. Mana sampurasun-nya, Ni Hyang?” kata ucap Dedi Mulyadi.
“Iya. Mana salam sampurasun-nya?” jawab sang putri seraya merundukkan tubuhnya dan memberikan salam sampurasun.
Ekor matanya melirik sang sahabat Idan yang terdiam dan tampak pemalu.
Editor : Eka Rahmawati