RADAR BOGOR - Menurunnya anggaran provinsi, membuat Gubernur Jawa Barat, Dedi mulyadi harus mengambil kebijakan lain.
"Saya memperlihatkan dalam setiap hari di media sosial mengajarkan membangun produksi," kata Dedi Mulyadi.
"Bagaimana ketika anggaran provinsi turun hilang sampai 2,458 triliun," sambung KDM saat di Kabupaten Subang menghadiri peresmian pabrik kaca.
Tetapi, Gubernur Jawa Barat mengaku, tidak boleh menyerah dengan menurunkan anggaran infrastruktur dan layanan publik.
Dedi Mulyadi menegaskan, lebih baik memotong biaya listrik.
Selain itu, KDM juga memilih memotong biaya air bersih untuk dirinya.
Termasuk, Gubernur Jawa Barat lebih baik memotong biaya-biaya WIFI dan seluruh anggaran yang tidak ada produksi.
Dibanding, tegas Dedi Mulyadi, harus memotong biaya yang melahirkan multi efek produksi bagi warga.
"Ini penting ya anak-anak muda," papar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dengan adanya kebijakan tersebut, diharapkan bisa mengembalikan esensi birokrasi sebagai pelayan masyarakat.
Baca Juga: Angkat Nama SMAN 8 Kota Bogor, Sadam Sandi Lanjutkan Studi Software Engineering di Turki
Selain itu, dengan meminimalisasi anggaran maka diharapkan mentalitas pejabat berubah dari yang dilayani jadi melayani. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim