RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikabarkan sudah menerima laporan besaran anggaran untuk Jabar di tahun 2026 mendatang.
Mengenai laporan tersebut dilaporkan langsung oleh salah satu staff Dedi Mulyadi saat melakukan rapat evaluasi anggaran.
Staff Dedi Mulyadi melaporkan bahwa anggaran belanja daerah untuk tahun 2026, mengalami penurunan yang signifikan.
Menanggapi hal tersebut Dedi Mulyadi mempertanyakan anggaran mana saja yang mesti dipangkas agar pelayanan ke masyarakat masih sama meski APBN 2026 mengalami penurunan.
Lantas menjawab dari Gubernur Jawa Barat itu, staffnya mengatakan beberapa aspek anggaran provinsi Jawa Barat yang akan dipangkas pada tahun 2026 mendatang.
Lalu pria yang akrab disapa KDM itu menyampaikan terkait pandangannya kepada staffnya perihal anggaran Jabar tahun 2026 yang mengalami penurunan.
Menurutnya, anggaran tahun 2026 mengalami penurunan rencana anggaran belanja pendapatan daerah dari 31,1 jadi 28,6.
Dengan kondisi anggaran 2026 yang disebut hilang sebesar 2 triliun, KDM mempertanyakan kepada staffnya untuk menutup anggaran yang hilang.
Lalu pria yang dikenal dengan julukan bapak aing itu menegaskan jangan sampai ada anggaran yang kurang untuk aspek pendidikan, pembangunan sarana layanan kesehatan.
"Hilang 2 triliun itu kita akan ngambil darimana, karena saya sebagai Gubernur pembangunan infrastruktur, pembangunan sarana prasarana pendidikan, pembangunan sarana layanan kesehatan tidak boleh berkurang," ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. ***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim