RADAR BOGOR – Peran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam membangun Jabar memang sering menuai perhatian publik.
Belakangan, Dedi Mulyadi mendapatkan laporan bahwa dana transfer daerah untuk Jabar mengalami penurunan pada tahun 2026.
Tak ambil pusing, Dedi Mulyadi bersama beberapa stafnya melakukan rapat evaluasi, yang kemudian disiarkan di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Terlihat staf Dedi Mulyadi mengenakan baju putih sambil membuka catatan terkait dana transfer daerah yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.
Meskipun stafnya menyebut bahwa pendapatan Jawa Barat pada tahun 2026 akan meningkat, Dedi Mulyadi tidak ingin bersenang dulu.
Sebab, untuk anggaran tahun 2026 dari pemerintah pusat yang mengalami penurunan, beberapa aspek pendanaan provinsi Jawa Barat harus dipangkas.
Salah satu yang disoroti Dedi Mulyadi adalah anggaran pengangkatan CPNS, yang kemungkinan akan ditunda terlebih dahulu.
Langkah itu dilakukan agar tidak mengganggu anggaran pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan aspek vital lainnya di Jawa Barat.
Karena dana transfer daerah menurun, otomatis beberapa proyek akan tertunda, sehingga Dedi Mulyadi melihat ASN akan menganggur sementara.
"Ini logika, Pak, yang PNS sekarang ini bakal nganggur, kenapa bakal nganggur," ucap Dedi Mulyadi.
"Karena pekerjaannya tidak ada, jadi nanti banyak PNS, ASN yang tidak ada pekerjaan kalau saya tidak membuat kegiatan pembangunan," pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati