Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Mau Menyerah karena Kehilangan Dana Infrastruktur, Gubernur Jawa Barat Bakal Potong Dana Rutin Listrik Air, Dedi Mulyadi: AC Nyala Jam Kerja

Siti Dewi Yanti • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:12 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan potong dana rutin listrik dan air
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan potong dana rutin listrik dan air

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional Dr. Ir. Dadan Hindayana dan seluruh kepala daerah se-Jabar di Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyinggung anggaran Makan Bergizi Gratis.

"Kita harus jujur bahwa anggaran MBG ini agak menggeser anggaran dari daerah dana transfer," ungkapnya.

Pergeseran dana transfer tersebut, Gubernur Jawa Barat menjelaskan, akan berdampak pada kehilangan dana infrastruktur daerah.

"Nah, saya gubernur tidak akan menyerah. Saya akan rubah dana rutin listrik air, potong setengahnya," sebutnya.

Sehingga, Dedi Mulyadi menuturkan, dana pengurangan dana transfer senilai Rp2,458 triliun tidak akan mempengaruhi kinerja pembangunan.

"Yang ada adalah listrik mati ketika malam hari. Listrik hanya nyala jam kerja, AC nyala jam kerja dan kita sudah untung kita bisa," pungkasnya.

Gubernur Jawa Barat membeberkan, pembangunan infrastruktur bisa ditangani dan ekonomi bisa tumbuh kalau semua terencana.

"Misalnya begini, di satu kabupaten, satu kecamatan, di satu desa, satu sekolah itu berapa kebutuhan pisang, berapa kebutuhan telur, berapa kebutuhan beras, berapa kebutuhan daging," tuturnya.

Dedi Mulyadi menjabarkan, kebutuhan pangan tersebut bisa menjadi rencana kerja Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di daerah untuk membuat rencana.

"Jangan pakai pisang impor. Udah nanam pisang," tambahnya.

Gubernur Jawa Barat memerintahkan, anak-anak sekolah digerakkan untuk memelihara ayam, kambing, dan bebek di rumah.

"Untuk apa? Anak-anak sekolah ini menjadi mata rantai, pemasok produksi," tekannya.

Dedi Mulyadi menyebutkan, akan ada tim pengepul dari penyelenggara kegiatan untuk membeli kebutuhan pangan dari sekolah.

"Beli telor dari sekolah, beli ayam dari sekolah, bisa menjadi bagian bagian produksi. Artinya anak-anak sekolah bisa menjadi bagian mata rantai," katanya.

Gubernur Jawa Barat mengungkapkan, anak-anak kebanyakan hanya main hape dan motor.

"Kalau ini menjadi gerakan, sebenarnya ini bisa menjadi pertumbuhan ekonomi yang kuat, bisa menjadi pertumbuhan pertanian, peternakan, perikanan," tandas Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Mbg #Dana Pembangunan