RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam agenda evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jawa Barat.
Program strategis pemerintah ini disebut sebagai salah satu dengan anggaran terbesar. Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa niat menjalankan program harus ikhlas demi kepentingan negara.
Dedi Mulyadi mencontohkan sikap Presiden Prabowo yang mengedepankan ketulusan dan keikhlasan dalam setiap program yang dijalankan. Hal tersebut juga ditekankan kepada seluruh pelaksana program MBG.
“Program ini harus dijalani dengan sikap yang mulia. Tidak boleh ada kepentingan lain di dalamnya,” ujar Dedi Mulyadi di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Meski demikian, Dedi Mulyadi mengakui terdapat sejumlah persoalan krusial di lapangan yang perlu segera dievaluasi.
Beberapa di antaranya adalah pembayaran pegawai yang tidak sesuai standar, penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi ketentuan, peralatan memasak yang kurang memadai, serta kondisi dapur yang tidak higienis.
Baca Juga: Pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kiai Mim, Ungkap Akar Persoalan yang Ramai di Medsos
Kepala BGN menambahkan, Jawa Barat termasuk salah satu penerima manfaat terbesar dari program MBG.
Total penerima manfaat di Jawa Barat mencapai 15 juta orang dengan dukungan 4.987 satuan penyelenggara gizi (SPG) dan 2.315 unit operasional.
“Program ini sangat penting untuk peningkatan gizi di Jawa Barat. Kami juga sudah melakukan uji coba dan evaluasi agar manfaatnya benar-benar tepat sasaran,” ungkap Dadan Hindayana, Kepala BGN.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai standar. Jika jadwal distribusi makanan pukul 07.30, maka proses memasak sudah dimulai pukul 02.00 dini hari.
Begitu juga untuk distribusi pukul 09.00, dapur sudah beroperasi sejak pukul 04.00 pagi.
Selain itu, Dadan menyampaikan pesan Presiden Prabowo yang memberi perhatian khusus pada aspek kebersihan, terutama terkait penggunaan air bersih dan peralatan dapur.
“Air harus dimasak hingga matang, sementara peralatan memasak dicuci dengan alat sterilisasi agar benar-benar higienis,” tegasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati