RADAR BOGOR - Kisah mengharukan datang dari Kabupaten Sukabumi, seorang siswa kelas 1 SDN Cibitung bernama Alisa menyampaikan langsung harapannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dengan adanya permohonan tersebut, terungkap kondisi memprihatinkan di SDN Cibitung, yang mana para siswa masih harus berjuang belajar dalam keterbatasan fasilitas. Alisa lalu meminta agar sekolahnya segera mendapatkan meja dan bangku belajar yang layak.
Keterbatasan ini menjadi hambatan serius bagi proses belajar-mengajar, membuat para siswa kesulitan untuk fokus dan mendapatkan pengalaman pendidikan yang optimal.
Menanggapi permintaan yang mendesak ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa KDM, menunjukkan respons cepat.
Meskipun Dedi menyebut bahwa pengelolaan sekolah dasar (SD) secara struktural merupakan kewenangan Bupati Sukabumi melalui Dinas Pendidikan setempat, Dedi Mulyadi melihat situasi ini sebagai keadaan darurat yang memerlukan intervensi segera.
"Walaupun itu kewenangan Bupati, karena ini hal yang mendesak, dalam minggu ini kami akan kirim bangku sesuai kebutuhan sekolahnya," tegas Dedi Mulyadi dikutip dari Tiktok @dedimulyadiofficial.
Komitmen ini menunjukkan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghalang ketika menyangkut kebutuhan dasar pendidikan anak-anak.
Keputusan gubernur Jawa Barat untuk mengambil langkah cepat ini memastikan bahwa bantuan logistik krusial akan segera tiba di SDN Cibitung.
Selain menjanjikan bantuan fisik, Dedi Mulyadi juga tak lupa memberikan pesan-pesan moral yang penting.
Mantan Bupati Purwakarta tersebut berpesan agar para murid SDN Cibitung tetap rajin sekolah dan tidak menyerah pada keterbatasan yang ada.
Lebih lanjut, oria yang disapa KDM itu pun menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekolah, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap fasilitas yang akan mereka terima.
Terakhir, ia mengingatkan agar para siswa selalu berbakti kepada orang tua.
Editor : Eka Rahmawati