Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Peluang Menggerakkan Perekonomian Provinsi Jabar dengan Suplai Bahan Baku MBG, Begini Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Fransisca Susanti Wiryawan • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 06:27 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jelaskan peluang menggerakkan perekonomian Jawa Barat dengan suplai bahan baku MBG.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jelaskan peluang menggerakkan perekonomian Jawa Barat dengan suplai bahan baku MBG.

RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana untuk berdiskusi terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal tersebut dilakukan terkait masalah keracunan massal MBG di Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan peluang suplai kebutuhan bahan baku MBG untuk menggerakkan perekonomian Provinsi Jabar.

Gubernur Jawa Barat itu menekankan masalah utama yang dibicarakan ialah oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga melakukan perbuatan menyimpang seperti tak membayar tukang masak dengan honor yang layak dan tidak adanya giliran kerja (shift) sehingga mengantuk.

Dugaan penyimpangan lainnya ialah menggunakan bahan baku masakan yang tidak sesuai standar kesehatan asalkan murah; cuci nampan, peralatan makan, dan peralatan memasak dengan bahan pembersih yang tak sesuai standar; dan dapurnya tak higienis.

Dugaan kelalaian SPPG terutama karena ingin memperoleh profit semaksimal mungkin.

Dedi Mulyadi mengajak seluruh penyelenggara Pemerintah untuk mengawal program MBG ini agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi publik.

Kesalahan teknis dalam proses memasak di Dapur SPPG dapat terjadi seperti memasak kuliner MBG saat jam 10 malam, ditutup rapat, disimpan, dan keesokan harinya, dihidangkan.

Masakan yang masih panas tidak boleh ditutup rapat karena makanan akan cepat basi.

Dadan Hindayana, Kepala BGN menyatakan, Provinsi Jabar menerima manfaat MBG dalam jumlah besar.

Terdapat 4.897 SPPG. Kini sudah operasional 2.315 SPPG. Masih dalam proses verifikasi 2.416 SPPG.

Anggaran yang akan masuk ke Jabar itu hampir Rp50 triliun.

Dari anggaran MBG Rp50 triliun itu, 45 persen digunakan untuk membeli bahan baku.

Sedangkan 99 persen bahan baku itu produk pertanian.

Hal ini merupakan peluang yang harus dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian Provinsi Jabar.

Dedi Mulyadi menyarankan agar murid-murid sekolah mulai beternak ayam, bebek, dan ikan yang akan dibeli untuk keperluan bahan baku MBG.

Dinas Pertanian dan Peternakan sebaiknya merancang kebutuhan bahan baku MBG agar tiap daerah bisa mensuplai bahan baku MBG sehingga siklus ekonominya berjalan dengan baik.

Bahan baku MBG menggunakan pisang domestik favorit anak-anak yang ditanam di kebun.

Oleh karena itu, kebutuhan bahan baku MBG bisa terserap. Pasar-pasar tradisional juga sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini.

Peluang suplai bahan baku MBG ini baik untuk menggerakkan perekonomian Jabar.

Apalagi Dana Transfer Pusat ke Provinsi Jabar mengalami penurunan sekitar Rp 2,458 triliun.

Jabar menerima anggaran MBG yang terbesar.

Terdapat 28 kejadian di Bandung, Cianjur, Bogor, Cipongkor rata-rata dialami oleh SPPG yang baru lulus verifikasi.

Baca Juga: Panduan Lengkap SK PPPK Paruh Waktu 2025: Data Pegawai, Jabatan, Gaji, hingga Unit Kerja, Cek Selengkapnya di Sini

SPPG harus mematuhi Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan seperti menggunakan bahan baku kuliner yang berkualitas, tidak boleh masak di malam hari karena delivery memakan waktu 4 jam, food tray dengan 2 kode HS, mencuci bahan baku kuliner, dan mencuci food tray.

Presiden Prabowo Subianto menyarankan agar setiap SPPG dipimpin oleh seorang tukang masak tersertifikasi. Hal tersebut akan dilaksanakan.

Kejadian keracunan makanan MBG di Bandung karena pembelian bahan baku hari Sabtu, dimasak hari Rabu. Jadi, sudah melewati H-2.

Ada juga kejadian penggantian bahan baku ikan cakalang.

Padahal suplai sudah berjalan selama 4 bulan, tiba-tiba diganti dengan bahan baku berkualitas lebih rendah.

Akhirnya, anak-anak yang mengkonsumsi mengalami alergi.

Disarankan untuk mulai memasak jam 3 subuh bagi delivery jam 9 pagi.

Jangan sudah mulai mengemas makanan itu jam 3 subuh.

Jadi, SPPG yang baik itu jika mau mengirim makanan jam setengah 8 pagi, maka mulai memasak jam 2 subuh.

Kalau mengirim makanan jam 9, mulai memasak jam 4 subuh. Kalau mengirim makanan jam 12, mulai memasak jam 6 pagi.

Akibat air yang kualitasnya kurang baik, sekarang memasak harus menggunakan air galon. Harus ada filter air untuk kebutuhan memasak.

Sebaiknya, pencucian food tray dengan sterilisasi menggunakan air bertemperatur 120 derajat Celcius dan kemudian dikeringkan. Dengan sterilisasi, menghemat 4 jam waktu pencucian.

SPPG harus mematuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Hazard Analysis Critical Control Poin (HACCP). Nanti akan dilakukan koordinasi terkait sertifikasi.

Dedi Mulyadi menyatakan asupan makanan bernutrisi harus dimulai sejak bayi dalam kandungan sehingga sang ibu harus mengkonsumsi makanan bergizi.

Pola makan harus seimbang seperti jumlah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

“MBG merupakan program strategis yang anggarannya terbesar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,” ujar Dedi Mulyadi.

Pria kelahiran Subang itu menekankan SPPG harus melakukan program ini dengan ikhlas demi kepentingan negara.

Mereka harus terinspirasi dari Presiden Prabowo Subianto yang memprakarsai program strategis MBG. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #SPPG #Dadan Hindayana #gubernur jawa barat #Mbg