Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dorong Penguatan Solidaritas Sosial Lewat Rereongan Sapoe Sarebu, Begini Sistemnya

Robecca Sesaria • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat membahas gerakan Rereongan Sapoe Sarebu.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat membahas gerakan Rereongan Sapoe Sarebu.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat di Jawa Barat untuk memperkuat solidaritas sosial melalui inisiatif moral bernama gerakan "Sapoe Sarebu" (Satu Hari Seribu).

Gerakan ini berupa iuran sukarela Rp1.000 per hari, tetapi Dedi Mulyadi membantah adanya kebijakan resmi yang mewajibkan pengumpulan uang dari siswa, guru, atau ASN.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Rereongan Sapoe Sarebu hanyalah imbauan moral dan ajakan untuk membangun kepedulian antar warga.

“Tidak ada kebijakan gubernur nyuruh ngumpulin uang seribu rupiah dari anak sekolah, guru, ASN, atau siapa pun, yang ada adalah ajakan untuk membangun solidaritas sosial,” jelas Dedi Mulyadi dilansir dari Instagram @dedimulyadi71.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah agar permasalahan sosial di masyarakat, terutama yang membutuhkan biaya mendesak seperti ongkos ke rumah sakit, biaya tunggu, atau perjalanan kemoterapi, dapat diselesaikan lebih cepat tanpa harus menunggu penanganan birokrasi dari pemerintah provinsi.

Dedi mencontohkan, banyak warga yang meski mendapat layanan kesehatan gratis, masih kesulitan membiayai kebutuhan pendukung tersebut.

Sistem di Tingkat RT/RW

Dedi Mulyadi mengusulkan gerakan ini diimplementasikan mulai dari lingkungan terdekat, yaitu tingkat RT dan RW.

Warga secara sukarela menyisihkan seribu rupiah per hari, yang dikumpulkan dalam kotak kecil di depan rumah masing-masing.

Dana yang terkumpul harus dikelola dengan transparan oleh bendahara lingkungan dan dilaporkan secara rutin kepada warga, bahkan bisa melalui grup WhatsApp RT/RW.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya tidak mengelola atau mengumpulkan uang masyarakat secara langsung.

Dana yang ia gunakan selama ini untuk membantu warga berasal dari dana operasional gubernur serta sumbangan sukarela dari para ASN melalui program "Sapoe Sarebu" mereka sendiri. Dana ini kata Dedi tidak berkaitan dengan APBD atau APBN.

Melalui ajakan ini, Dedi Mulyadi berharap masyarakat Jawa Barat dapat menjaga semangat gotong royong dan empati sosial yang merupakan jati diri masyarakat Sunda.

"Ini bukan kewajiban, tapi ajakan, hari ini mungkin kita yang memberi, tapi suatu saat bisa saja kita yang membutuhkan pertolongan," tegas Gubernur Jawa Barat.***

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #gubernur jawa barat