RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendengar keluhanan warga di Pos Pengaduan di kediaman pribadinya Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Salah satu warga menyampaikan keluhan terkait layanan kesehatan, meski sudah mendapat jaminan BPJS Kesehatan, tetapi mengaku tak memiliki uang untuk biaya transportasi ke rumah sakit.
Pada unggahan akun Instagram @dedimulyadi71, terlihat Dedi Mulyadi menanyakan langsung keluhan kepada warga.
“Mana yang sakit, apa masalahnya? Ibu punya BPJS nggak? Masalahnya apa?” tegas tanya Mulyadi.
Setelah mendengar warga yang tak mampu berobat karena tak memiliki biaya transportasi, Dedi lalu menjelaskan terkait program Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau gerakan donasi Rp1.000 per hari yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 149/PMD.03.04/KESRA.
Sebelumnya program tersebut menuai pro kontra bahkan seorang wanita viral di media sosial karena memprotes kebijakan tersebut.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program itu diperuntukkan bagi warga yang mengalami kesulitan, sehingga melalui iuran tersebut, berbagai permasalahan bisa diselesaikan di tingkat wilayah masing-masing.
Dalam video yang diunggah, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa program sumbangan Rp1.000 tersebut bukan untuk gubernur, melainkan untuk membantu mengatasi keluhan warga Jawa Barat.
“Kalau di desanya dibuat layanan pengaduan seperti ini, dan kemudian ada iuran rereongan warga Rp1.000, nah, yang seperti ini bisa diselesaikan di daerah masing-masing, tidak mesti numpuk ke gubernur,” ungkap Dedi Mulyadi.