Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Apa Itu Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? ASN hingga Masyarakat Diajak Donasi Rp1.000 per Hari

Eka Rahmawati • Senin, 6 Oktober 2025 | 21:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas program gerakan rereongan sapoe sarebu atau donasi Rp1.000 per hari.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas program gerakan rereongan sapoe sarebu atau donasi Rp1.000 per hari.

RADAR BOGOR -  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggaungkan program Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau donasi Rp1.000 per hari.

Gerakan itu semula ditujukan untuk para ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), belakangan ajakan itu meluas ke masyarakat lainnya.

Lalu apa itu program Sapoe Sarebu (Poe Ibu)? Melansir Instagram Humas Pemprov Gerakan Sapoe Sarebu alias Poe Ibu adalah kebersamaan ASN Pemda Jabar, nabung seribu per hari untuk bantu warga sekitar yang butuh uluran tangan.

"Tujuannya numbuhin kepedulian sosial, jadi bukti gotong royong nyata dan pastinya transparan dalam penyaluran bantuan," demikian penjelasan di Instagram @humas_jabar, Senin, 6 Oktober 2025.

Seluruh ASN Jabar diajak untuk menyisihkan Rp1.000 per hari untuk membantu kebutuhan darurat masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa ASN bisa berdampak langsung bagi warga yang membutuhkan, bagi masyarakat, ini juga kesempatan untuk ikut berpartisipasi.

"Bukan paksaan, tapi ajakan sedekah, sedikit yang kita beri, besar manfaatnya bagi yang membutuhkan," demikian keterangan Pemprov Jabar.

Nantinya ASN yang menyisihkan uang Rp1.000 per hari, dana akan dikumpulkan melalui rekening bank BJB agar akuntabel dan alurnya jelas.

Dari Rp1.000 per hari para ASN diajak membantu warga yang sedang kesulitan, membangun solidaritas ASN dan hadir sebagai pelayan masyarakat.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui media sosialnya menegaskan bahwa gerakan Sapoe Sarebu bisa diikuti oleh masyarakat bahkan di tingkat RT RW, desa, kelurahan, maupun kecamatan lingkungan tempat tinggalnya.

"Pada seluruh jajaran pemerintah dari mulai RT, RW, kepala desa, kepala kelurahan, camat, bupati, wali kota, untuk sama-sama membangun solidaritas sosial, nanti kalau ada orang sakit, kemudian tidak punya uang untuk pergi ke rumah sakitnya, maka orang yang mengelola uang itu bisa memberikannya," jelas gubernur Jawa Barat. 

Hal ini juga menyikapi banyaknya masyarakat yang ramai-ramai datang ke pos pengaduan di kediaman pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #gubernur jawa barat