RADAR BOGOR – Sahara menyatakan perselisihan dirinya dengan Yai Mim berawal dari perkataan pria yang bernama lengkap Muhammad Imam Muslimin yang merasa tergoda oleh Sahara.
Sejak saat itu pertikaian demi pertikaian terjadi.
Berbeda dengan versi Yai Mim tentang awal mula perselisihan adalah masalah parkir, Sahara menyatakan dirinya jengah dengan beberapa perkataan pria kelahiran Blitar tersebut.
Puncak kekesalan Sahara ketika Yai Mim menunjukkan videonya bersama sang istri.
Mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut membanggakan kemampuan dirinya.
Menurutnya, berdasarkan peta data dan peta bidang yang dikeluarkan BPN, tanah yang diklaim sebagai tanah wakaf Yai Mim merupakan fasilitas umum.
Baca Juga: Yai Mim Bantah Semua Tuduhan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Berjanji Memenuhi Undangan
Sahara memarkirkan mobil sewanya di lahan itu.
Mahasiswi S3 Universitas Brawijaya tersebut memastikan mobil yang diparkir di fasilitas umum itu tidak mengganggu arus jalan.
Versi Sahara, Yai Mim sengaja menstarter mobil milik Sahara di jam 2 malam.
Ketika Agil, anak buah Sahara yang masih berusia 20 tahun, marah dan mencengkeram kerahnya, Yai Mim langsung melarikan diri dan membuang kunci ke atas rumput.
Tak hanya itu, Yai Mim pernah membuat status di Facebook yang menyinggung perasaan Sahara, yaitu tuduhan garasi Sahara merupakan sarang game online terlarang dan lainnya
Lebih lanjut ia mengatakan, karena Yai Mim sering mengungkit-ungkit pemberian saat adik Sahara sakit berupa uang tunai, Sahara marah dan mengungkit juga paving yang ia berikan pada Yai Mim.
Baca Juga: Panduan Lengkap Persiapan Berkas Kepegawaian untuk ASN PPPK: Dokumen Wajib dan Format File
Oleh karena itu, dipanggillah Ramin untuk membongkar.
Ia menegaskan, Yai Mim sengaja berguling-guling ketika berselisih dengan Ramin, seorang pekerja bangunan Yai Mim.
Terdapat juga aksi Yai Mim yang seolah-olah kena santet, pemilik rumah yang dikontrak Sahara bersama suaminya.
Kemudian, ia pergi ke kantor polisi dan melaporkan Ramin dan Sumaryono.
Dalam perbincangan dengan Dedi Mulyadi, Sahara memohon maaf atas tindakan khilafnya pada sang kiai, yaitu mengatainya.
Hal tersebut dilakukannya karena Yai Mim mengatai buah hatinya karena menyentuh pagar rumah Yai Mim.
Dedi Mulyadi berharap perselisihan tersebut berakhir secepatnya.
Yai Mim dan Sahara menjadi tetangga yang baik kembali.
“Kalau mau bertetangga, bertetangga dengan baik. Kalau mau berpisah pun, berpisah dengan baik,” kata Dedi Mulyadi dilansir YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL.
Gubernur Jawa Barat itu akan pergi ke Malang untuk memediasi Yai Mim dan Sahara. Selain itu, memetik apel Malang sebagai refreshing. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim