Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dedi Mulyadi Bedakan Pengusaha dan Organisatoris, Gubernur Jawa Barat Sebut yang Senang Berkonflik Politisi

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 7 Oktober 2025 | 08:50 WIB

Para anggota KADIN berfoto bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Para anggota KADIN berfoto bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

RADAR BOGOR - Berbagai sifat pengusaha diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), pengusaha harus satu bisa membaca peluang.

Selanjutnya, kata Gubernur Jawa Barat, harus bisa memanfaatkan ruang sempit.

Baca Juga: Enam Jenis Bansos Cair Oktober Ini, Dana Rp300 Ribu dan Rp900 Ribu untuk Anak-Anak KPM yang Bersekolah Mulai Disalurkan

Tidak hanya itu, pengusaha harus berani mengambil keputusan.

"Pengusaha itu sama dengan pemimpin, karena intinya dia melakukan mencari duit, mengelola duit dan membelanjakan duit," jelas Dedi Mulyadi saat hadiri Musprov Kadin Jabar.

Sehingga, sambung Gubernur Jawa Barat, orang yang berhasil jadi pemimpin yang baik, akan menjadi pengusaha yang baik.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Sudah Diumumkan untuk Wilayah 1, 2, dan 3, Cek Jadwal Pencairan dan Bantuan Tambahan Oktober 2025

KDM mengatakan, pengusaha tidak senang terlalu lama.

Bahkan, pengusaha tidak suka berkonflik.

Sang Gubernur Jawa Barat menambahkan, yang senang berkonflik bukan pengusaha tapi politisi.

Baca Juga: Bansos Tahap 4 PKH dan BPNT Belum Cair, Ternyata Banyak KPM Gagal Dapat Dana karena Dikeluarkan dari Daftar Penerima

Nah, karena kenapa? sebab bagi pengusaha, konflik itu cost.

Untuk pengusaha, konflik adalah kerugian.

Pertama, tutur Dedi Mulyadi, ketika berkonflik cost-nya keluar dalam setiap hari.

Baca Juga: Cek Langsung Implementasi Tanggung Jawab Produsen Terhadap Kemasan, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Datangi Industri Daur Ulang di Bekasi

"Saya yakin yang datang ke ketua umum terpilih, itu tiap hari datang, beres ketua. Datang lagi, beres ketua," papar Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menambahkan, orang organisatoris pasti tidak mau langsung diputus.

Setiap pertemuan, tiap acara dibikin konflik.

Baca Juga: Bansos Tahap 4 Segera Cair! Pemegang KKS Baru dari Himbara Perlu Tahu Cara Cek Status, Ganti PIN, dan Hindari Kesalahan Umum

Kenapa? KDM mengungkapkan, semakin panjang konflik maka makin panjang ongkos yang diterima.

Jadi, menurut Dedi Mulyadi, organisatoris adalah orang yang hidup dari organisasi.

Sehingga, apabila organisasinya tentram tidak bisa hidup.

Baca Juga: Lima Bansos Cair Serentak Mulai Hari Ini hingga Akhir Tahun 2025, Dana Bantuan PKH BPNT hingga BLT Tinggal Menunggu Disalurkan

Jika organisasinya bergolak terus, bisa belok kanan kiri.  

Dirinya meminta, Ketua Kadin harus tumbuh menjadi pemimpin pengusaha yang ngerti dunia usaha dan masa depan usaha.

Yang kedua, jelas Dedi Mulyadi, tidak boleh menjadi pemimpin organisasi perusahaan yang kerjanya minta jatah.

Baca Juga: Perkuat Hubungan Budaya dan Kerjasama, Menbud Fadli Zon Hadiri Aktivasi Pusat Budaya Indonesia di Timor Leste

"Ada investor, jatah saya sekian, tidak. Tetapi, pengusaha sejati adalah orang yang bisa menciptakan lapangan usaha baru, lapangan kerja baru serta memperpendek jarak birokrasi, menekan biaya produksi, membangun produktivitas untuk kepentingan publik," kata KDM.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, publik terbagi dua yakni kesejahteraan karyawan dan masyarakatnya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #pengusaha #KDM #kadin #gubernur jawa barat