Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Pengelolaan Keuangan Gerakan Sapoe Sarebu Harus Terbuka, Dikelola di Lingkungan Masing-Masing dan Sukarela

Eka Rahmawati • Selasa, 7 Oktober 2025 | 09:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait program Sapoe Sarebu.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait program Sapoe Sarebu.

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyampaikan terkait Gerakan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau donasi sebesar Rp1.000 per hari.

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program Sapoe Sarebu atau sehari seribu merupakan istilah yang digunakannya sebab kegiatan itu sudah lama dilaksanakan di berbagai tempat di Jawa Barat seperti di desa serta kelurahan.

"Ada yang disebut dengan beas (beras) perelek ada yang disebut dengan beas (beras) jimpitan dan berbagai istilah lainnya seperti yang terjadi di Kota Tasikmalaya di Kelurahan Selaawi Tasikmalaya masyarakatnya sudah melaksanakan lama sehari Rp1.000," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangan di Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 7 Oktober 2025.

Dedi juga meminta agar tidak usah ditambah jadi Rp2.000 karena ada ajakan dari dirinya, masyarakat yang sudah melaksanakan pun diimbau melanjutkan seperti yang biasanya.

"Tetap laksanakan yang Sapoe Sarebu dan tidak usah diganti istilah apapun istilah yang terjadi di masyarakat silakan terus laksanakan, apa yang saya sampaikan saat ini adalah mengingatkan bagi mereka yang belum melaksanakan," jelas Dedi Mulyadi.

Dedi juga menegaskan bahwa gerakan Sapoe Sarebu tidak ada kaitannya dengan uang gubernur dan tidak memungut uang atau iuran tersebut untuk diserahkan pada dirinya selaku gubernur Jawa Barat.

"Iurannya dilaksanakan di RT di RW di kelurahan di kelompok-kelompok masyarakat lainnya di kelompok arisan, mangga silakan yang penting intinya adalah mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita," tegasnya.

Bantuan tersebut menurut Dedi misalnya bisa digunakan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan. Meski sudah mendapat jaminan BPJS Kesehatan dari pemerintah, di sisi lain menurut Dedi banyak juga yang tidak memiliki biaya untuk ongkos atau transportasi ke rumah sakit.

"Kita bantu saudara kita yang di rumah sakit, berobatnya sudah bisa dibayar oleh BPJS atau oleh pemerintah tapi dia enggak punya ongkos bolak-balik untuk yang kemoterapi di Jakarta, kemoterapi ke Bandung, operasi jantung yang memerlukan uang yang tidak tercover oleh BPJS Kesehatan," ungkap gubernur Jawa Barat.

Bagi mereka yang keberatan kata Dedi tidak menjadi masalah dan dirinya mengajak orang untuk berbuat kebaikan pada orang lain.

Selanjutnya Dedi juga mengimbau pengelolaan keuangannya disampaikan secara terbuka kepada publik secara.

"Uang masuknya sekian, digunakannya sekian, sisanya sekian, bisa diposting di media sosial atau dibuka di akun-akun atau situs-situs yang dimiliki oleh lingkungan kerjanya lingkungan masyarakatnya masing-masing," imbaunya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #gubernur jawa barat