Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fakta-Fakta Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Latar Belakang, Pengelolaan, dan Manfaat

Ummi Fadhilatul Mukarromah • Selasa, 7 Oktober 2025 | 14:13 WIB
Ilustrasi: Gerakan Rereongan Sapone Sarebu atau Poe Ibu yang digagas Gubernut Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
Ilustrasi: Gerakan Rereongan Sapone Sarebu atau Poe Ibu yang digagas Gubernut Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
 
RADAR BOGOR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meluncurkan program sosial bertajuk Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau donasi Rp1.000 per hari. 
 
Program ini mengajak seluruh masyarakat untuk berdonasi sebesar Rp1.000 per hari sebagai bentuk gotong royong membantu warga yang mengalami kesulitan di bidang pendidikan dan kesehatan.
 
 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 149/PMD.03.04/Kesra tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu).
 
Regulasi tersebut menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sosial melalui pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa, kesetiakawanan sosial, dan kearifan lokal.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Pengelolaan Keuangan Gerakan Sapoe Sarebu Harus Terbuka, Dikelola di Lingkungan Masing-Masing dan Sukarela
 
Latar Belakang Gerakan Rereongan Poe Ibu
 
Dilansir dari Instagram @biroadpimjabar, meski berbagai program kesejahteraan sosial telah dijalankan, masih banyak warga Jawa Barat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
 
Selain itu, kemampuan anggaran pemerintah belum sepenuhnya mampu menutup seluruh kebutuhan masyarakat.
 
Kondisi inilah yang mendorong lahirnya Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) sebagai solusi nyata berbasis gotong royong masyarakat.
 
Melalui semangat kebersamaan, masyarakat diajak untuk berbagi sedikit demi sedikit, tetapi dengan dampak besar bagi sesama.
 
Baca Juga: Apa Itu Rereongan Sapoe Sarebu atau Poe Ibu Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? ASN hingga Masyarakat Diajak Donasi Rp1.000 per Hari
 
Makna dari nama “Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu)” adalah “gotong royong seribu sehari.”
 
Gerakan ini bukan sekadar donasi, melainkan wujud nyata kepedulian sosial dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.
 
Dana yang terkumpul akan difokuskan untuk membantu kebutuhan darurat pendidikan dan kesehatan, seperti membantu siswa kurang mampu atau membantu warga yang membutuhkan pengobatan mendesak.
 
Nilai-Nilai Budaya Sunda dalam Gerakan Ini
 
Gerakan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) mengusung prinsip dasar masyarakat Sunda yang dikenal dengan tiga nilai luhur:
 
• Silih Asah – saling mengingatkan dan belajar,
 
• Silih Asih – saling menyayangi,
 
• Silih Asuh – saling menjaga dan melindungi.
 
Baca Juga: Viral Emak-Emak Protes Dedi Mulyadi soal Gerakan Sapoe Sarebu, Gubernur Jawa Barat: Tidak Ada Paksaan, Kalau Tidak Mau Tidak Apa-Apa
 
Nilai-nilai ini menjadi fondasi moral dalam membangun rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat Jawa Barat.
 
Ruang Lingkup dan Tata Kelola
 
Gerakan ini dapat diikuti oleh:
 
• Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta instansi pemerintah dan swasta,
 
• Sekolah dasar dan menengah,
 
• Hingga masyarakat di lingkungan RW/RT.
 
Dana donasi dikumpulkan melalui rekening khusus Bank BJB atas nama:
 
Pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan pelaporan terbuka melalui aplikasi Sapawarga dan media sosial menggunakan tagar: #RereonganPoeIbu #NamaInstansi #Sekolah #Masyarakat
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Tambang di Wilayah Parung Panjang Bogor Masih Ditutup, Pemprov Jabar Turunkan Tim Investigasi
 
Dana yang terkumpul sepenuhnya digunakan untuk bantuan pendidikan dan kesehatan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.
 
Manfaat Langsung Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu)
 
Program ini difokuskan hanya untuk kebutuhan mendesak dan darurat, seperti:
 
• Biaya kesehatan bagi warga kurang mampu,
 
• Bantuan pendidikan bagi siswa yang terancam putus sekolah.
 
Dengan nominal yang kecil, gerakan ini membuktikan bahwa solidaritas sosial bisa menjadi kekuatan besar dalam mengatasi persoalan sosial di Jawa Barat.
 
Melalui Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu), masyarakat Jawa Barat diajak untuk bersama-sama membangun semangat gotong royong dan kepedulian sosial demi terwujudnya Jabar Juara Lahir Batin.
 
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui media sosialnya menyampaikan program tersebut bersifat sukarela dan tidak ada paksaan, hanya ia mengajak masyarakat untuk sama-sama berbuat kebaikan.
 
 
"Bagi mereka yang keberatan tidak ada masalah saya mengajak orang untuk berbuat pada orang lain berbuat kebaikan dan selanjutnya yang saya inginkan adalah seluruh pengelolaan keuangannya sampaikan kepada publik secara terbuka," ujar gubenur Jawa Barat dikutip dari Instagram @dedimulyadi71.
Radityo Ari Purwoko bersama Redaktur Ekonomi Manado Post.
Radityo Ari Purwoko bersama Redaktur Ekonomi Manado Post.
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #gubernur jawa barat