Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga melihat cara kerja pengolahan sampah plastik tersebut, hingga bisa menghasilkan petasol.
Semua proses pengolahan sampah plastik jadi petasol, diperhatikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Salah satunya mesin yang digunakan hingga jenis plastik yang digunakan.
Dari kunjungannya itu, dia mengetahui bahwa mesin teknologi daur ulang yang digunakan ialah Fastpol 5.0 dengan keunggulan mesin ialah efisiensi, kemampuan menghasilkan berbagai jenis bahan bakar, dan teknologi plasma untuk membersihkan residu pembakaran.
Dedi pun meminta Tarzan, untuk fokus menjual bahan bakar hasil pengolahan sampah plastik untuk mesin-mesin diesel seperti truk, tronton, dan lain-lain.
Jadi, perkiraannya, dalam 1 batch proses daur ulang sampah kantung plastik menjadi produk bahan bakar ramah lingkungan diperoleh profit Rp700.000,00.
Untuk menghasilkan bahan energi ramah lingkungan, bahan baku yang digunakan terutama kantung plastik yang menghasilkan lebih banyak green energy. Karena bahan baku botol plastik dan gelas plastik hanya menghasilkan sedikit bahan bakar, Dedi Mulyadi mengusulkan kedua sampah plastik tersebut sebaiknya diolah menjadi bijih plastik saja dan dijual ke industri plastik.
Secara ekonomi lebih menguntungkan mendaur ulang bahan baku botol plastik dan gelas plastik menjadi bijih plastik dibandingkan bahan bakar ramah lingkungan karena harga jual bijih plastik cukup memadai dan perolehannya (yield) lebih banyak.
Walaupun bahan baku botol plastik dan gelas plastik menghasilkan sedikit bahan bakar ramah lingkungan, Dedi Mulyadi menekankan pada prinsipnya proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar ini berhasil mendaur ulang sampah botol plastik dan gelas plastik tanpa sisa alias zero waste.
Bekas kemasan kopi, chiki, ataupun deterjen tidak bisa diolah menjadi bahan bakar karena karasteristik bahan kurang lentur. Sampah kemasan tersebut bisa didaur ulang menjadi dompet, tas selempang, tote bag, taplak, dan lain-lain.