RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi curhat kegalauannya akan cinta saat bertandang ke rumah Yai Mim, Selasa sore, 7 Oktober 2025.
Sang Gubernur Jawa Barat (Jabar) sudah 3 tahun menjadi high quality jomblo.
Padahal ada perjanjian lisan antara Dedi Mulyadi dan Ni Hyang, sang putri kesayangan bahwa Dedi Mulyadi tak boleh menikah. Ayah milik aku!
Memang apa yang terlarang itu sangat menarik untuk dilanggar.
Apakah ini perasaan Nabi Adam saat menyantap apel yang ditawarkan Siti Hawa?
“Harus menahan diri, menahan rasa, dan menahan cinta,” ucap Dedi Mulyadi sembari memejamkan mata dan menyandarkan punggung pada sebuah pilar.
Adegan melankolis sang Gubernur Jawa Barat bagaikan Romeo yang berada di sebuah pesta dansa dan merindukan seorang Juliet.
Yai Mim pun langsung bertepuk tangan dan tertawa heboh.
Dedi Mulyadi mulai merasa belitan kesepian.
Padahal dirinya selalu dikelilingi ajudan, staf, dan warga Jabar.
Semakin tinggi posisi yang dimiliki seseorang, tentu akan merasa sepi.
Bagaikan bunga Edelweiss yang mekar sendiri di puncak gunung.
Walaupun demikian, ada kebahagiaan tersendiri bagi Dedi Mulyadi yang mencintai warga Jabar sepenuh hati.
Dengan berbagai kesibukan Dedi Mulyadi sebagai pimpinan Jawa Barat, tentu masalah cinta menjadi nomor kesekian.
Sudah berulangkali pria kelahiran Subang itu mengeluh pada Yai Mim yang memiliki seorang istri yang masih belia dan ayu.
Sementara yang mencintai diri sang Gubernur Jawa Barat hanyalah kaum Emak-emak!
“Ya, dicintai oleh kaum wanita tua. Tapi, tidak oleh yang muda. Beda dengan Pak Yai yang dicintai oleh istri yang masih muda,” canda Dedi Mulyadi sembari tersenyum sendu.
Kejujuran yang menyakitkan hati bagi sang Gubernur Jabar yang mulai merindukan sosok seorang pendamping.
Ungkapan perasaan Dedi Mulyadi tersebut terjadi setelah Yai Mim mengumumkan bahwa ia akan pindah ke area dekat Brojan Café dan mendirikan Rumah Filsafat Tasawuf Dedi Mulyadi.
Karena segan, Dedi Mulyadi menolaknya.
Namun, Yai Mim bersikeras sang Gubernur Jabar ialah sosok yang dicintai orang.
Sebagai sesama pria, Yai Mim memahami keresahan seorang high-quality jomlo.
Mantan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim ini berusaha menghibur Dedi Mulyadi yang level kegalauannya tingkat tinggi.
Baca Juga: Nostalgia Fadli Zon dengan PM Timor Leste, Menteri Kebudayaan Sampaikan Harapan Perkuat Kerja Sama
Pria kelahiran Blitar tersebut menyatakan istri Dedi Mulyadi ini banyak, yaitu warga Jawa Barat yang memerlukan uluran tangannya.
Dedi Mulyadi memang sengaja menyempatkan diri untuk terbang ke Kota Malang di luar jam kerja.
Gubernur Jawa Barat tersebut memenuhi undangan Yai Mim untuk bertandang ke rumahnya.
Setelah segala kesalahpahaman yang terjadi antara Yai Mim dengan Sahara, mereka berdua telah berdamai dengan hati lapang.
Dengan ceria, warga Perumahan Joyogrand Kavling III Depag Atas tersebut menunjukkan koleksi wayangnya yang dipajang di atas dinding.
Bahkan, ia beropini Dedi Mulyadi ini Resi yang menjadi Raja.
Sang Gubernur Jawa Barat langsung menyanggahnya bahwa ia hanya seorang duda.
Ketika mendalang dengan suasana penuh canda, Yai Mim kembali menegaskan bahwa Dedi Mulyadi harus berfokus mengurus para janda tua, anak-anak terlantar, dan rakyat Indonesia.
Tak perlu memikirkan cinta. Harus ada pengorbanan ketika menjadi seorang pemimpin rakyat.
Tak kalah kocak, pimpinan Jawa Barat tersebut mengaku iri hati dengan Yai Mim yang memiliki istri berusia belia.
Yai Mim beropini bahwa iri hati jika dipertemukan dengan iman dan takwa akan menjadi motivasi yang kuat.
Namun, iri hati yang dipertemukan dengan hawa nafsu akan merusak masyarakat.
Suasana pecah oleh tawa ketika Dedi Mulyadi menemukan label harga dan merk di kemeja putih yang dipakai oleh Yai Mim.
Karena salah tingkah, ahli tasawuf tersebut langsung memeluk sang Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menyatakan kemeja yang dipakai oleh Yai Mim jauh lebih bagus dari kemeja yang dipakainya.
Sebagai pemimpin rakyat, ia harus memberikan teladan kesederhanaan dalam hidup.
Berbeda dengan Yai Mim yang lebih bebas memakai pakaian bermerk.
Yai Mim pun merespon bahwa ia berdandan keren untuk sang istri tercinta. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim