Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Depok Kaji Gerakan Sapoe Sarebu Ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Supian Suri: Mudah-Mudahan Bisa Kami Tindaklanjuti

Ahmad Sopyan • Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:53 WIB
Wali Kota Depok Supian Suri saat memberi keterangan
Wali Kota Depok Supian Suri saat memberi keterangan

RADAR BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih mengkaji terkait gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) atau donasi sehari Rp1.000 yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan pihaknya akan mengkaji soal gerakan Sapoe Sarebu yang digaungkan Dedi Mulyadi.

"Ini sedang kami kaji dan kami godok, mudah-mudahan bisa kami tindaklanjuti," kata Supian Suri kepada Radar Bogor, Rabu, 8 Oktober 2025.

Di sisi lain, sebagian warga Kota Depok ragu menjalankan program tersebut terlebih, untuk membantu di sektor pendidikan dan kesehatan dan menilai gerakan untuk membantu sesama sudah banyak dilakukan dan sulitnya pengawasan.

Salah satunya Feri (34) warga Cilodong, Kota Depok yang menyebut program Poe Ibu butuh pengawasan ketat agar benar benar tepat sasaran.

"Bagus sebenarnya, cuma pengawasnya itu loh, banyak sekarang juga donasi-donasi tapi ujungnya uangnya tidak benar benar sampai," kata Feri kepada Radar Bogor Rabu, 8 Oktober 2025.

Selain itu, kata dia saat ini program itu dinilai kurang pas mengingat ekonomi masyarakat yang terbilang pas-pasan, meski hanya Rp1.000.

"Sehari Rp1.000 dikali sebulan sudah berapa, belum lagi juga setiap bulan ada bayar perelek atau keamanan lingkungan, belum lagi iuran sampah, jadi kalau untuk masyarakat umum saya rasa waktunya kurang pas kalau sekarang ini," ungkapnya.

Warga Kota Depok lainnya Siti (34) menilai sektor pendidikan dan kesehatan merupakan tanggung jawab pemerintah dan tidak seharusnya dibebankan kepada masyarakat.

"Itu tanggung jawab pemerintah, masyarakat sudah banyak yang harus dibayar iuran bulanan, jadi kalau saya kurang setuju," tuturnya.

Namun, kata dia jika ingin dicoba, lebih baik dicoba ke ASN dahulu dan jika berjalan dengan baik, baru mungkin masyarakat bisa tertarik.

"Harus ada contoh dulu, mekanismenya seperti apa, manfaatnya nanti seperti apa, kalau memang benar berjalan, mungkin masyarakat bisa tertarik," kata Siti.

Di sisi lain sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut gerakan Sapoe Sarebu merupakan sukarela dan tidak ada paksaan. Tujuannya untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan dan dikelola langsung di lingkungan masing-masing. (Faj)

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #depok #gubernur jawa barat