RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada para pihak yang berkepentingan dalam aktivitas tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Melalui unggahan di media sosial, Dedi Mulyadi menegaskan meminta agar para pihak yang memiliki kepentingan terhadap dunia tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor agar tidak melakukan ancaman, terlebih kepada para korban kecelakaan.
Dalam keterangannya pesan itu disampaikan gubernur Jawa Barat kepada para pihak yang berkepentingan di pertambangan Parung Panjang baik berkepentingan terhadap aspek penambangan maupun berkepentingan terhadap aspek transportasi karena bergelut dalam dunia usaha di sana.
"Saya meminta untuk tidak melakukan upaya intimidatif, pengancaman, kepada para pihak yang menjadi korban angkutan tambang di Parung Panjang untuk mendapatkan keadilan ," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya yang dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu, 8 Oktober 2025.
Para korban kecelakaan akibat truk tambang menurutnya harus mendapatkan keadilan atas peristiwa yang mereka alami.
Tak hanya kepada para korban Dedi Mulyadi juga meminta agar tidak melakukan intimidasi maupun ancaman terhadap mereka yang berjuang untuk warga Parung Panjang.
"Tidak boleh melakukan upaya intimidatif dan ancaman bagi mereka yang aktif memperjuangkan hak-hak warga Parung Panjang," ucap gubernur Jawa Barat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kata Dedi Mulyadi akan memberikan perlindungan yang penuh bagi para korban pertambangan di Parung Panjang dan bagi warga yang memperjuangkan haknya untuk mendapat kehidupan yang tenang dan nyaman.
"Mari kita junjung tinggi supremasi hukum, kita jaga ketertiban dan keamanan lingkungan serta mari kita berusaha dengan baik tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan kepentingan orang lain," pesan Dedi Mulyadi.
Sementara itu dalam unggahan videonya itu Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan ultimatum.
"Ini ultimatum, awas loh," tegas gubernur Jawa Barat
Editor : Eka Rahmawati