RADAR BOGOR – Gubernur Jaea Barat Dedi Mulyadi preorder 250 m2 eco paving block buatan Toni Permana, warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, 6 Oktober 2024. Sang Gubernur Jawa Barat (Jabar) memberi akses modal dengan mentransfer Rp 50 juta di muka untuk peningkatan produktivitas.
“Keberanian Bapak harus sesuai dengan amarah Bapak di media sosial. Bapak teriak-teriak. Bapak kan ingin mandiri. Bapak di media sosial berani banget. Dulu seperti harimau, mengapa sekarang seperti kucing?” canda Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ketika menatap kegalauan di wajah Toni Permana.
Senyum sang Gubernur Jawa Barat Drdi Mulyadi menular pada Toni Permana. Pria yang mengelola Bank Sampah Sukamaju Sejahtera tahun 2017-2021, mengaku hanya sanggup membuat eco paving block untuk 2 m2.
Baca Juga: Tiga Pemain Terbaik Indonesia Kala Menghadapi Arab Saudi, Ada Nama Kevin Diks
“Saya paham Bantuan Pemerintah itu penting, tapi banyak orang yang memperoleh Bantuan Pemerintah itu malah tidak produktif,” tegas Dedi Mulyadi.
Pimpinan Jabar tersebut mengakui dirinya adalah fasilitator, tapi ia lebih suka jika warga Jawa Barat bisa mandiri. Oleh karena itu, ia preorder 250 m2 eco paving block seharga total Rp 50 juta.
“Mengapa takut melakukan suatu produktivitas? Tapi, tidak takut marah-marah di media sosial?” tanya Dedi Mulyadi ketika melihat keraguan di wajah Toni Permana.
Dedi Mulyadi akan mentransfer Rp 50 juta agar Toni Permana bisa merakit mesin produksi yang baru. Toni Permana harus mengatur anggaran biaya produksi 250 m2 eco paving block seperti harga bahan baku sampah plastik; harga bahan baku pengisi (filler) seperti serbuk batu ataupun pasir untuk menambah bobot; dan biaya utilitas (bahan bakar).
Satu m2 eco paving block memerlukan 72 kg sampah. Berarti, 250 m2 eco paving block memerlukan 72 ton sampah plastik.
Akses modal dan produktivitas merupakan hambatan utama dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dedi Mulyadi menyadari hal tersebut sehingga ia membayar Rp 50 juta di muka.
Menurut Toni Permana, masalah yang dihadapi usaha paving block ramah lingkungan miliknya ialah mesin pembuat paving block dari sampah plastik masih skala UMKM dan regulasi terkait produk paving block. Acuan standar mutu ialah SNI 03-0691-1996.
Paving block dari bahan plastik buatan Toni Permana harganya Rp 200 ribu per m2, sedangkan paving block biasa dari pasir harganya Rp 95 ribu. Konsumen cenderung memilih yang lebih murah.
Berdasarkan prinsip ekonomi, lebih menguntungkan untuk mendaur ulang sampah kantung plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti petasol dibandingkan eco paving block. Namun, eco paving block tentu memiliki pangsa pasar tersendiri.
Dedi Mulyadi berjanji akan memesan lebih banyak eco paving block jika pesanannya berkualitas bagus, yaitu 2,5 km2 eco paving block. Pimpinan Jabar tersebut ingin setiap desa di Kabupaten Bandung Barat memakai produk paving block ramah lingkungan.
Walaupun demikian, tidak mungkin Pemerintah terus-menerus membeli produk eco paving block buatan Toni Permana. Oleh karena itu, warga Padalarang tersebut harus melakukan inovasi agar harga jual produk eco paving block setidaknya bisa setara dengan harga paving block biasa dari pasir. Memang hambatan produk ramah lingkungan ialah biaya produksi yang cukup tinggi.
Produksi eco paving block Toni Permana merupakan skala partai (batch). Kelemahan dari skala batch ini efisiensi dan produktivitasnya lebih rendah dari skala kontinyu (terus-menerus). Mesin produksi UMKM biasanya skala batch karena harga mesinnya lebih murah dan kapasitasnya lebih kecil.
Karena tak tahan api, eco paving block tak disarankan untuk dipasang di dalam rumah. Oleh karena itu, Dedi Mulyadi akan memasang 250 m2 eco paving block untuk jalan di pematang sawah.
Kelemahan produk UMKM ialah kurang terstandarisasi, yaitu kurang sama dalam bentuk, ukuran, dan kandungan. Walaupun demikian, sekarang masalah utama yang dihadapi Toni Permana ialah peningkatan kapasitas produksi atau produktivitas.
Tanpa produktivitas yang tinggi, tak mungkin mencapai harga jual yang kompetitif dan profit yang memadai. Usaha bisnis Toni Permana masih dalam fase pengembangan, bukan berkelanjutan.
Kelebihan produk eco paving block Toni Permana ialah lebih awet, sudah uji laboratorium (uji tekan, uji bakar, dan uji abrasi), kualitasnya hampir setara dengan paving block biasa dari pasir, dan ramah lingkungan.
Konsep ramah lingkungan pada produk Toni Permana ialah menggunakan bahan baku sampah plastik dan proses produksinya lolos uji emisi karbon.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga