RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkejut saat menyadari banyak warga Jawa Barat (Jabar) yang menjadi tetangga Yai Mim di Malang, Jawa Timur.
Bahkan tanah kosong di sebrang rumah Yai Mim milik almarhumah Bu Elok, guru agama asal Majalengka, Gubernur Jabar pun ceria karena mendengar alunan bahasa Sunda di Kota Malang.
“Upami abdi gaduh bojo di dieu, ku abdi dibangun di dinya (Kalau memiliki istri di sini, saya akan membangun rumah di sana),” ujar Dedi Mulyadi merespons perkataan anak perempuan Almarhum Bu Elok asal Majalengka, salah satu pewaris tanah kosong di sebrang rumah Yai Mim di Malang dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Bagian lahan tanah kosong tersebut sempat menjadi pertikaian antara Yai Mim dan ahli waris. Yai Mim mengakui bahwa ia telah mewakafkan tanah tersebut untuk menjadi jalan umum. Setelah pengecekan oleh Wahyu, Ketua RW 09 bagian lahan tersebut merupakan fasilitas umum, bukan hak milik pribadi siapa pun.
Gubernur Jabar tersebut mengingatkan anak Almarhum Bu Elok agar segera mengurus sertifikasi tanah kosongnya agar tidak bermasalah lagi. Walaupun sudah lunas pembayaran, lahan tersebut belum disertifikasi serta masih dalam pengurusan ke Koperasi Departemen Agama.
Dahulu Almarhum Bu Elok membeli tanah kavling ke Koperasi Departemen Agama yang berfungsi sebagai fasilitator. Almarhum Bu Elok pindah ke Malang tahun 1971 dan memiliki 4 orang anak.
Dengan kunjungan ini, Dedi Mulyadi bersyukur sebab selain mempererat silaturahmi, ia bisa bertemu dengan Pak Dosen asal Bandung, suami istri orang Garut penjual bakso aci, dan pewaris tanah kosong asal Majalengka. Ternyata cukup banyak warga Jabar yang menjadi tetangga Yai Mim.
Editor : Eka Rahmawati