Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Ada Kaitan dengan Pemotongan Dana Transfer Daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Klarifikasi Gerakan Sapoe Sarebu untuk Jaga Tradisi

Eka Rahmawati • Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan soal Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe) Ibu. 
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan soal Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe) Ibu. 

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklarifikasi kebijakan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe) Ibu yang belakangan menuai pro kontra.

Kali ini Dedi Mulyadi menanggapi anggota DPR RI yang meminta agar kebijakan yang tertuang melalui Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) tersebut ditinjau ulang.

Terkait hal itu, gubernur Jawa Barat kembali menjelaskan soal tujuan gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau sehari seribu.   

"Ajakan, untuk sama-sama memberikan kebaikan Rp1.000 itu, itu bukan kebijakan untuk mengumpulkan uang menutupi menurunnya jumlah anggaran karena dipotongnya dana transfer daerah tidak sama sekali, itu hanya mengaktualisasikan seluruh tradisi yang biasa hidup di Jawa Barat," ujar gubernur Jawa Barat dalam keterangannya dilansir dari Instagram @dedimulyadi71, Jumat, 10 Oktober 2025.

Dedi menjelaskan tradisi itu sebelumnya disebut Gasibu (Gerakan Seribu Sehari) atau beas perelek, ada juga yang menyebut beas jimpitan serta berbagai ragam istilah lainnya.

"Saya menganggap itu adalah kegiatan baik tujuannya apa sih? Tujuannya adalah untuk menyelesaikan problem yang tidak diatur di APBN dan di APBD," kata Dedi Mulyadi.

Persoalan yang tidak diatur di APBN dan APBD itu menurut Dedi contohnya saat ada warga yang ke rumah sakit membutuhkan layanan kesehatan, biaya rumah sakit ditanggung pemerintah melalui BPJS Kesehatan, tetapi tidak memiliki biaya untuk transportasi.

Maka dengan adanya donasi yang dikumpulkan secara sukarela itu bisa digunakan untuk warga yang mengalami kesulitan ekonomi. 

"Kegiatan-kegiatan ini biasa berlangsung di Jawa Barat, ada yang dibeliin kursi ada yang nyebelin tenda ada yang jadi aset bagi daerah RT RW-nya masing-masing Jadi mohon dipahami ya," ucapnya.

Dedi Mulyadi kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mencari uang atau mengumpulkan uang lewat donasi itu melainkan menjalankan tradisi yang sudah lama berlangsung.  

"Kita tidak cari uang untuk menutupi sumber keuangan yang ini hanya menjaga tradisi saja dan pemerintah memberikan support agar tradisi ini dipertahankan," jelas Dedi Mulyadi.

Termasuk di sekolah kata Dedi kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak dulu melalui uang kas yang dikumpulkan di kelas masing-masing.

"Di sekolah itu sudah biasa ada uang kas kelas diurus oleh mereka nanti kalau ada temannya sakit nengok gitu, mohon untuk tidak salah pengertian," tutupnya.

Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #Sapoe Sarebu #gubernur jawa barat