RADAR BOGOR - Kota Depok darurat aksi bentrokan. Kurang dari sepekan, terjadi dua kali aksi tersebut. Pertama pada 7 Oktober 2025.
Warga menangkap sekelompok remaja berusia 14 tahun di Perumahan Permata, Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Empat remaja itu hendak bersiap melakukan aksi bentrokan.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, empat remaja belasan tahun itu diamankan Polsek Pancoran Mas Kota Depok. Mereka berinisial YD (14), AM (14), FR (15) dan AB (14).
"Empat yang diamankan berikut senjata tajam dan satu unit motor," katanya kepada Radar Bogor Jumat 10 Oktober 2025.
Made memaparkan, empat remaja itu ditangkap sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, warga Perumahan Permata Depok melihat sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan aksi bentrokan.
Warga yang merasa curiga, langsung menghentikan aksi kelompok remaja itu. "Awalanya ada 9 remaja dengan mengendarai 4 motor, namun pada saat kelompok remaja tersebut diberhentikan ada beberapa orang berhasil kabur dan warga berhasil mengamankan 4 remaja berikut senjata tajam,"paparnya.
Kemudian, warga menginterogasi remaja yang tertangkap tersebut. Mereka mengaku akan melakukan aksi bentrokan.
Aksi bentrikan kedua terjadi pada Rabu 8 Oktober 2025 dini hari. Aksi itu direkam kamera ponsel dan viral di media sosial.
Dalam video, kelompok remaja yang tawuran tersebut tidak saja saling serang menggunakan senjata tajam, namun juga dengan menggunakan bom molotov.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.
Melibatkan dua kelompok remaja. Yakni kelompok bernama Depok badboy's dan kelompok Depok Allbase.
"Dua kelompok, ada sekitar 40 orang terlibat aksi bentrokan tersebut," katanya saat dikonfirmasi Radar Bogor Jumat 10 Oktober 2025.
Ia memaparkan aksi tawuran tersebut berlangsung sekitar 30 menit. Kedua kelompok tersebut menggunakan sejumlah senjata tajam, mulai dari samurai celurit parang hingga bom molotov.
Adapun lokasi aksi bentrokan tersebut berada di Jalan Kejayaan Raya, Kota Depok. Saat itu, Polisi langsung mendatangi lokasi. Namun, saat tiba di lokasi, mereka sudah bubar.
"Iya dicek sudah bubar. Tentunya kami akan terus intensifkan patroli untuk antisipasi kejadian berulang," tuturnya. (faj)