Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aplikasi Pencari Kerja Nyari Gawe di Jabar Diserbu Ribuan Pelamar Pasca Diluncurkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Buruan Kepoin

Kholikul Ihsan • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 15:41 WIB
Ilustrasi aplikasi Nyari Gawe.
Ilustrasi aplikasi Nyari Gawe.
 
RADAR BOGOR - Aplikasi pencarian kerja digital yang baru diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Nyari Gawe sukses mencuri perhatian ribuan pencari kerja.
 
Hanya dalam dua hari setelah peluncuran, platform yang diprakarsai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini langsung diakses oleh ribuan akun dan membuktikan tingginya animo dan harapan masyarakat terhadap solusi digital dalam menghadapi tantangan lapangan kerja.
 
Hingga Kamis, 9 Oktober 2025 tercatat 9.726 pencari kerja telah melamar melalui aplikasi ini. Angka ini dinilai sebagai respons luar biasa yang menandakan pergeseran signifikan dalam ekosistem ketenagakerjaan Jawa Barat.
 
Menariknya, lonjakan pelamar didominasi oleh daerah-daerah dengan konsentrasi industri padat karya. Dua daerah penyangga utama, Karawang (994 pelamar) dan Subang (992 pelamar), menempati urutan teratas, disusul oleh Indramayu (883 orang).
 
 
Selama ini, kawasan industri seperti Karawang dan Subang dikenal sebagai titik lebur tingginya tingkat pelamar manual yang seringkali harus berdesak-desakan di gerbang pabrik atau mengirimkan tumpukan berkas.
 
Kehadiran Nyari Gawe berpotensi besar meredam eksodus pelamar manual dan mengubah tradisi lama menjadi proses yang efisien.
 
“Antusiasme warga untuk mencari atau melamar pekerjaan lewat aplikasi Nyari Gawe sangat tinggi. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk bekerja masih luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Bapenda Provinsi Jawa Barat.
 
 
Dedi Mulyadi menekankan Nyari Gawe merupakan langkah nyata Pemprov Jabar dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat.
 
Keunggulan utama aplikasi ini terletak pada kesederhanaan mekanismenya. Pencari kerja hanya perlu mendaftarkan data dasar (nama dan nomor telepon).  Data ini kemudian diteruskan oleh Dinas Tenaga Kerja kepada perusahaan yang membuka lowongan.
 
“Selanjutnya oleh HRD dipanggil untuk seleksi, jadi tidak perlu melamar secara manual, tidak usah capek-capek,” tegas KDM.
 
Pendekatan One-Click Apply ini adalah terobosan krusial yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi proses rekrutmen. Dengan menghilangkan kebutuhan melamar secara fisik, aplikasi ini memotong potensi praktik percaloan atau biaya tersembunyi yang sering memberatkan pencari kerja.
 
Tingginya page view dan antusiasme ini menunjukkan bahwa Nyari Gawe bukan sekadar aplikasi teknologi melainkan simbol harapan baru bagi masyarakat Jawa Barat untuk mendapatkan akses pekerjaan secara cepat, adil, dan tanpa birokrasi yang rumit.
 
Keberhasilan awal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov Jabar untuk memastikan Validitas Data dan Integrasi Industri. Jika integrasi dan kecepatan respons ini terjaga, Nyari Gawe akan menjadi model digitalisasi ketenagakerjaan yang sangat sukses dan patut dicontoh secara nasional.***
Mpat pemain tersisa yang berlatih di Milanelo, markas AC Milan.
Mpat pemain tersisa yang berlatih di Milanelo, markas AC Milan.
Bintang AC Milan Christian Pulisic yang mengalami cedera saat jeda internasional.
Bintang AC Milan Christian Pulisic yang mengalami cedera saat jeda internasional.
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Nyari Gawe