RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih pada aspirasi warga yang terdampak dari penutupan tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan sekitar Bogor lainnya.
"Saya paham anda marah karena pekerjaannya ditutup dan saya melakukan penutupan itu demi kepentingan masyarakat yang lebih banyak," ujarnya.
Dedi Mulyadi menyamapaikan, pihaknya sudah mempertimbangkan seluruh kegiatan, walaupun sebenarnya perusahaan juga memiliki tanggung jawab.
Baca Juga: Debut Belum Berbuah Manis, Redho Rocky Gagal Raih Kemenangan Perdananya di ONE Friday Fight 127
"Tanggung jawab terhadap para pegawainya yang diakibatkan dari berhentinya produksi. Itu kalau kalangan pabrik, itu yang terjadi," lanjutnya.
Tetapi, Gubernur Jawa Barat mengklaim, mengabaikan tanggung jawab perusahaan.
"Saya engga masalah dengan itu. Saya akan fokus pada, ini ada warga saya yang terdampak pada penutupan tambang," pungkasnya.
Baca Juga: Kyoto Tei Restaurant, Tempat Makan Jepang Autentik dengan Suasana Nyaman di Bogor
Dedi menyebutkan, warga yang terdampak kehilangan pekerjaan, kehilangan pendapatan, dan kehilangan kehidupan.
"Untuk itu, saya sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan dua opsi," tekannya.
Opsi yang pertama, Gubernur Jawa Barat menambahkan, memberikan bantuan selama penutupan.
Baca Juga: Cikal Bakal Terciptanya Bass Elektrik, Inovasi Revolusioner dari Tukang Kayu Bernama Leo Fender
"Dua sampai Rp3 juta per bulan per karyawan atau per kepala keluarga, ini lagi kita hitung, skemanya lagi kita buatkan," jelasnya.
Sehingga, Dedi Mulyadi berharap, kebutuhan beras dan anak sekolah tetap dapat terpenuhi.
"Yang kedua adalah menyiapkan pekerjaan bagi mereka yang bekerja di sektor tambang menjadi kuli belah batu, operator beko," tambahnya.
Gubernur Jawa Barat mengatakan, pekerjaan yang disediakan untuk menjadi tenaga kebersihan di Dinas Pekerjaan Umum dan tata ruang Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: Pecah Air Mata Raisa! Ibunda Tercinta Tengah Berjuang Melawan Kanker Paru Stadium 4 di Ruang HCU
"Karena kami membutuhkan tenaga kebersihan jalan, Misalnya, jalan sekitar Parung Panjang," bebenya.
Tenaga kebersihan, Dedi Mulyadi menuturkan, akan direkrut dari karyawan yang terdampak dari penutupan tambang dengan gaji Upah Minimum Kabupaten (UMK).
"Kedua, kami juga menyiapkan tenaga-tenaga untuk sopir karena kami memerlukan rekrutmen tenaga sopir untuk pekerjaan-pekerjaan di sektor PU, PSDA, kegiatan lingkungan hidup," jabarnya.
Gubernur Jawa Barat menjelaskan, pihaknya telah membeli mobil dalam jumlah banyak, yang saat ini mobil-mobil truk.
"Kemudian yang ketiga adalah operator alat berat, kami juga hari ini membeli alat berat dalam jumlah yang banyak untuk sektor PU dan PSDA," tuturnya.
Kemudian, Dedi Mulyadi menyampaikan, akan dilatih menjadi tenaga pemadam kebakaran.
"Karena kami hari ini memerlukan tenaga-tenaga untuk pemadam kebakaran yang disebar diberbagai wilayah Jawa Barat," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat meminta semua orang bersabar.
"Dalam minggu ini kami akan segera bergerak untuk melakukan realisasi yang menjadi kebutuhan kita," tegasnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, tidak masalah warganya marah dan benci kepadanya.
"Boleh ngambek terus, saya engga apa-apa, dibenci, saya engga ada masalah, yang penting saya berguna bagi kepentingan orang banyak," tandas Gubernur Jawa Barat.
Editor : Siti Dewi Yanti