Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Tidak Masalah Warga Parung Panjang Bogor Ngambek, Dedi Mulyadi: Dibenci, Saya Engga Ada Masalah

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:28 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak masalah warga marah kepadanya
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak masalah warga marah kepadanya

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan tidak masalah jika warga Jabar marah atau ngambek kepada dirinya.

Hal ini terkait penutupan tambang yang dilakukan Dedi Mulyadi di wilayah Cigudeg, Parung Panjang, dan wilayah Kabupaten Bogor sekitarnya.

"Boleh ngambek terus, saya engga apa-apa, dibenci, saya engga ada masalah," ucapnya.

Baca Juga: Jadi Pusat Gerakan Bertaawun, Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA dan Kampung Zakat Resmi Diluncurkan di Bogor

Gubernur Jawa Barat menyebutkan, hal terpenting bagi dirinya.

"Yang penting saya berguna bagi kepentingan orang banyak," pungkasnya.

Dalam unggahan terbaru di akun instagram milik pribadi, Dedi Mulyadi menyampaikan jurus mengatasi warga terdampak di Parung Panjang Bogor.

Baca Juga: Saldo Bansos Susulan Terus Masuk ke Rekening KPM, Bantuan Penebalan Rp400 Ribu Cair di KKS Baru, Cek Sekarang

Ia menjabarkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapakn sejumlah skema agar karyawan tambang yang tutup bisa memiliki penghasilan.

Walaupun, Gubernur Jawa Barat menjabarkan, seharusnya perusahaan tambang juga memiliki tanggung jawab yang sama.

"Saya akan fokus pada, ini ada warga saya yang terdampak pada penutupan tambang," ujarnya.

Baca Juga: Konflik Lahan Desa Karang Asem Timur, Pemerintah Kecamatan Citeureup Bogor Turun Tangan Redam Ketegangan

Dedi Mulyadi menjelaskan, salah satu skema yang akan dilakukan adalah memberikan bantuan selama penutupan perusahaan tambang berlangsung.

Ia menuturkan, Pemprov akan memberikan bantuan senilai Rp2 sampai Rp3 juta per kepala keluarga atau karyawan terdampak.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga akan menyiapkan skema dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pekerja tambang.

"Menjadi kuli belah batu, operator beko," lanjutnya.

Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar Apresiasi Layanan Adminduk Sore-Malam di Mekarwangi, Permudah Warga Usai Jam Kerja

Tak hanya itu, warga terdampak penutupan tambang di Parung Panjang Bogor juga akan dilatih untuk menjadi pemadam kebakaran.

Dedi Mulyadi mengatakan, Provinsi Jawa Barat membutuhkan tenaga pemadam kebakaran yang akan disebar di sejumlah wilayah.

"Minggu ini, kami akan segera bergerak untuk melakukan realisasi yang menjadi kebutuhan," tandas Gubernur Jawa Barat.

H Muzihir (kiri) dan Mohammad Akri (kanan) menunjukan persaingan sebagai calon ketua DPW PPP NTB periode 2025-2030 dalam Muswil mendatang.
H Muzihir (kiri) dan Mohammad Akri (kanan) menunjukan persaingan sebagai calon ketua DPW PPP NTB periode 2025-2030 dalam Muswil mendatang.
Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #Penutupan Tambang #parung panjang bogor #gubernur jawa barat