RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan tidak masalah jika warga Jabar marah atau ngambek kepada dirinya.
Hal ini terkait penutupan tambang yang dilakukan Dedi Mulyadi di wilayah Cigudeg, Parung Panjang, dan wilayah Kabupaten Bogor sekitarnya.
"Boleh ngambek terus, saya engga apa-apa, dibenci, saya engga ada masalah," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, hal terpenting bagi dirinya.
"Yang penting saya berguna bagi kepentingan orang banyak," pungkasnya.
Dalam unggahan terbaru di akun instagram milik pribadi, Dedi Mulyadi menyampaikan jurus mengatasi warga terdampak di Parung Panjang Bogor.
Ia menjabarkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapakn sejumlah skema agar karyawan tambang yang tutup bisa memiliki penghasilan.
Walaupun, Gubernur Jawa Barat menjabarkan, seharusnya perusahaan tambang juga memiliki tanggung jawab yang sama.
"Saya akan fokus pada, ini ada warga saya yang terdampak pada penutupan tambang," ujarnya.
Dedi Mulyadi menjelaskan, salah satu skema yang akan dilakukan adalah memberikan bantuan selama penutupan perusahaan tambang berlangsung.
Ia menuturkan, Pemprov akan memberikan bantuan senilai Rp2 sampai Rp3 juta per kepala keluarga atau karyawan terdampak.
Selain itu, Gubernur Jawa Barat juga akan menyiapkan skema dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pekerja tambang.
"Menjadi kuli belah batu, operator beko," lanjutnya.
Tak hanya itu, warga terdampak penutupan tambang di Parung Panjang Bogor juga akan dilatih untuk menjadi pemadam kebakaran.
Dedi Mulyadi mengatakan, Provinsi Jawa Barat membutuhkan tenaga pemadam kebakaran yang akan disebar di sejumlah wilayah.
"Minggu ini, kami akan segera bergerak untuk melakukan realisasi yang menjadi kebutuhan," tandas Gubernur Jawa Barat.