RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengklaim memiliki jurus untuk mengatasi warga yang terdampak penutupan tambang di Cigudeg, Parung Panjang, dan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Hal ini Dedi Mulyadi dalam unggahan akun instagram pribadi miliknya.
"Jurus Pemprov Jawa Barat tangani masyarakat terdampak penutupan tambang di Parungpanjang," tulisnya.
Gubernur Jawa Barat mengaku fokus terhadap warganya yang terdampak penutupan tambang.
Ia mengatakan, sejumlah warga kehilangan pekerjaan, pendapatan, dan kehidupan.
Dedi Mulyadi mengatakan, memiliki sejumlah pilihan untuk mengatasi masalah yang terjadi akibat penutupan tambang.
Pilihan pertama, ia menyampaikan, akan memberi bantuan kepada warga senilai Rp2 - Rp3 juta per bulan selama penutupan.
"ini lagi kita hitung, skemanya lagi kita buatkan supaya kebutuhan beras dan anak sekolah tetap terpenuhi," beber Gubernur Jawa Barat.
Tak hanya opsi memberikan bantuan uang tunai, Dedi Mulyadi menegaskan akan menyiapkan lapangan pekerjaan bagi pekerja tambang.
Baca Juga: Friend Run 2025, Ruang Inklusif yang Satukan Warga dan Penyandang Disabilitas di Kota Bogor
Ia menjelaskan, pekerja sektor tambang bisa bekerja sebagai kuli belah batu atau operator beko.
Gubernur Jawa Barat juga menawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan kepada warga terdampak.
"Kami membutuhkan tenaga kebersihan yang akan direkrut dari karyawan terdampak penutupan tambang," ujarnya.
Mengenai gaji karyawan, Dedi Mulyadi menekankan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan gaji setara upah minimum kabupaten (UMK).
Opsi selanjutnya, ia menjabarkan, akan menyiapkan tenaga-tenaga sopit yang dibutuhkan untuk pekerjaan si sektor Pekerjaan Umum, Pengelolaan Sumber Daya Air, dan lingkungan.
Kemudian, warga terdampak penutupan tambang di Parung Panjang Bogor juga akan dilatih menjadi tenaga pemadam kebakaran.
"Kami memerlukan tenaga-tenaga untuk pemadam kebakaran yang akan disebar di berbagai wilayah Jawa Barat," tambahnya.
Gubernur Jawa Barat meminta kepada semua pihak untuk bersabar, karena dalam minggu ini akan bergerak melakukan realisasi.
"Saya engga apa-apa dibenci, saya engga ada masalah, yang penting saya berguna bagi kepentingan orang banyak," pungkas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti