RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen membantu korban penipuan bedah rumah di Pangandaran. Pelaku penipuan diduga memakai modus bantuan sosial (bansos) berupa bedah rumah Gubernur Jabar.
“Kita tetap bangunkan rumah, tapi nggak boleh percaya lagi, kan kasihan, korban tetap dibantu oleh Gubernur, dibantu dengan pembangunan layak huni,” ujar Dedi Mulyadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pangandaran Irna alias Emak Gacor yang salah paham dengan Gerakan Rereongan Poe Sarebu (Poe Ibu) sebafaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dua warga Jawa Barat mengadukan masalah penipuan, terdiri dari seorang ibu dari Pacuan Kuda, Cimerak, Legok Jawa, Pangandaran dan seorang ustaz dari Desa Kalapa Geuneup, Pangandaran.
Di Desa Kalapa Geuneup, seorang pria mendatangi seorang ustaz dan mengaku dekat dengan Dedi Mulyadi yang kemudian langsung dibantah dan disebut bahwa pria itu berbohong.
Ustaz itu lalu diminta penipu untuk mendata orang-orang tak mampu untuk rehabilitasi rumah, memvideokan bagian-bagian rumah yang rusak, dan mengumpulkan uang, alhasil penipu berhasil meraup Rp10 juta dari 40 Kartu Keluarga (KK).
Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya ada Balai Pengaduan di Kelurahan sehingga warga bisa langsung bertanya ketika ada modus penipuan dan seharusnya, warga berkoordinasi dengan kepala desa (kades).
Gubernur Jawa Barat pun akan melaporkan pelaku penipuan yang membawa namanya ke Polda Jabar dan mengimbau agar warga Jabar berhati-hati sebab tidak ada bansos yang mensyaratkan pembayaran.
Editor : Eka Rahmawati