RADAR BOGOR - Pemotongan dana transfer daerah dari pemerintah pusat yang dilakukan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berdampak terhadap anggaran pembangunan dan infrastruktur. Oleh karena itu tidak heran jika tidak sedikit gubernur dari berbagai daerah di Indonesia datang melakukan protes.
Dampak dari kebijakan tersebut juga terasa salah satu di daerah Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan secara langsung bahwa dana transfer daerah tersebut di wilayahnya mengalami penurunan hingga lebih dari Rp2 triliun.
Kendati demikian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan tetap berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur di daerah yang dipimpinnya.
Hal itu disampaikan Dedi dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram pribadinya, Senin, 13 Oktober 2025.
"Meski dana transfer daerah di Jawa Barat mengalami penurunan dua triliun empat ratus lima puluh delapan miliar rupiah, kami akan tetap melakukan pembangunan infrastruktur dengan terus melakukan peningkatan jumlah besaran anggarannya," kata Dedi Mulyadi dilansir dari
Instagram @dedimulyadi71.
Bagi Dedi Mulyadi, pembangunan infrastruktur ini sangat penting sekali, karena menurutnya tidak mungkin melakukan pembangunan, baik ekonomi atau yang lainnya tanpa difasilitasi dengan prasarana yang baik.
"Karena tidak mungkin kita melaksanakan pembangunan tanpa membangun infrastruktur, pertumbuhan ekonomi itu akan tumbuh mana kala pembangunan infrastrukturnya dibangun," ungkap Dedi.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Barat yang ke-16 ini juga menyadari betul bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan ekonomi di Jabar yaitu melalui investasi.
Menurut Dedi, investor tidak akan datang ke Jawa Barat ketika prasarana seperti jalan tidak diperbaiki, begitu pula jaringan irigasi, bendungan, hingga akses internet di yang juga akan tetap jadi perhatian mantan Bupati Purwakarta tersebut.
"Investasi akan datang manakala pemerintah menyiapkan jaringan infrastruktur, nyiapin jalan, nyiapin jaringan irigasi, nyiapin bendungan, konektivitas internet," jelas Dedi Mulyadi.
Demikian itu adalah alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap akan melakukan pembangunan infrastruktur meski ada kebijakan pemotongan dana transfer daerah yang dilakukan oleh pemerintah pusat.***