Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dana Transfer Daerah Berkurang Rp2,4 Triliun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tolak Diberi Pinjaman demi Infrastruktur

Robecca Sesaria • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:19 WIB

GubernurJawa Barat Dedi Mulyadi.
GubernurJawa Barat Dedi Mulyadi.

 

RADAR BOGOR - Dana transfer daerah dari pemerintah pusat untuk Jawa Barat (Jabar) dipotong hingga Rp2,458 triliun.

Menanggapi kondisi ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas tidak akan menggunakan dana pinjaman untuk menutupi kekurangan tersebut.

Sebaliknya, KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi berkomitmen untuk tidak mengurangi, bahkan akan meningkatkan, belanja infrastruktur di Jabar.

Gubernur Jawa Barat menjelaskan bahwa peningkatan pembangunan ini akan didanai melalui efisiensi besar-besaran di berbagai sektor anggaran.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tak Mau Ngutang Meski Dana Transfer Daerah Dipangkas, Pilih Ambil Langkah Ini demi Pembangunan Infrastruktur

"Dananya dari mana? Ya dari hasil efisiensi di beberapa bidang, seperti rapat dinas, perjalanan dinas, pengurangan pemakaian air dan listrik di kantor, biaya internet, juga pos-pos lain yang dipandang tidak terlalu penting," kata Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemrov Jabar.

Menurut Dedi Mulyadi infrastruktur seperti jalan, jembatan, bangunan sekolah, irigasi, dan konektivitas listrik serta internet harus tetap menjadi prioritas utama.

Ia menegaskan bahwa pembangunan yang baik harus mandiri dan tidak membebani daerah.

Gubernur Jabar juga menambahkan, anggapan bahwa pembangunan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi sering muncul karena pembangunan dibiayai dengan dana pinjaman yang membebani.

Baca Juga: Soal Nasib Pertambangan di Parung Panjang Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tunggu Hasil Investigasi, Libatkan Para Pakar ITB dan IPB

Hal ini terjadi ketika pembayaran utangnya lebih besar daripada kemampuan daerah, atau yang sering disebut "lebih besar pasak daripada tiang."

Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menyimpulkan bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang efisien.

Untuk itu, gubernur Jabar secara tegas menolak opsi pinjaman yang ditawarkan.

"Lebih baik menggunakan dana sendiri hasil efisiensi daripada meminjam, yang nantinya membebani APBD," pungkasnya.***

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #dana transfer daerah #gubernur jawa barat