64 Perusahaan Terdaftar pada Aplikasi Nyari Gawe, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Buka Informasi Lowongan Kerja
Kholikul Ihsan• Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:22 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Rapat Koordinasi (Rakor) Ketenagakerjaan di Gedung Sigrong Bale Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta.
RADAR BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) serius melancarkan serangan terhadap tingginya angka pengangguran melalui digitalisasi.
Aplikasi ketenagakerjaan andalan mereka yakni Nyari Gawe, kini telah beroperasi penuh dan berhasil menarik minat 64 perusahaan untuk mendaftarkan lowongan kerja.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya masif Pemdaprov Jabar untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih cepat, terbuka, dan transparan.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Ketenagakerjaan di Purwakarta, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aplikasi ini harus menjadi jembatan nyata.
“Jangan sampai aplikasi Nyari Gawe hanya ramai pelamar tapi lowongannya tidak ada, kita ingin sistem yang benar-benar nyata menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja,” tegas Dedi Mulyadi dilansir dari laman Bappeda Jabar.
Dedi Mulyadi menekankan pentingnya transparansi informasi lowongan kerja dan untuk menjamin keterbukaan, gubernur Jabar mengeluarkan peringatan keras bagi perusahaan yang enggan memasang informasi lowongan kerja secara publik melalui aplikasi Nyari Gawe.
Perusahaan yang tidak mau mengumumkan informasi lowongan kerja secara terbuka akan dipublikasikan secara transparan oleh pihaknya.
Langkah berani ini diambil untuk mendorong seluruh sektor swasta agar berperan aktif dalam menyejahterakan masyarakat Jabar dan memastikan semua warga memiliki akses yang sama terhadap peluang kerja.
“Kami ingin tenaga kerja yang lahir dari Jawa Barat bukan hanya siap bekerja, tapi juga punya karakter kuat dan disiplin tinggi," kata gubernur Jawa Barat.
Sementara itu Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar menjelaskan Nyari Gawe bukan sekadar papan pengumuman lowongan, aplikasi ini telah diperkuat dengan fitur canggih, termasuk dukungan Kecerdasan Buatan (AI).
“Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk memposting dan mengelola lowongan kerja, melakukan wawancara secara online, serta menyeleksi kandidat berdasarkan kualifikasi dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI),” jelas Adi.
Pemdaprov Jabar berencana terus mengembangkan fitur agar ekosistem ketenagakerjaan di Jabar semakin efisien dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Selain melakukan digitalisasi informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tengah merancang langkah-langkah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.
Dedi Mulyadi menyebutkan, pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, untuk program pelatihan dan capacity building.
“Kami berharap tenaga kerja asal Jawa Barat tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh serta disiplin yang tinggi,” ujarnya.
Langkah ini menyasar tantangan utama, yang mana Kepala Disnakertrans Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, memaparkan bahwa angka pengangguran di Jabar masih mencapai 1,81 juta orang (6,74 persen) per Februari 2025, dan didominasi oleh lulusan SMK.
Dengan target menurunkan tingkat pengangguran hingga satu persen pada tahun ini, pelatihan, pemagangan, dan pemanfaatan aplikasi Nyari Gawe menjadi kunci kerja sama lintas sektor di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.