RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau progres aplikasi Nyari Gawe yang baru saja diluncurkan oleh Pemprov Jabar pada tahun 2025.
Nyari Gawe merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat Jabar untuk melamar pekerjaan secara daring, sehingga mereka tidak perlu lagi datang membawa surat lamaran ke perusahaan-perusahaan.
Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa dengan aplikasi ini, pelamar kerja di Jabar dapat mengetahui kekurangan yang harus mereka perbaiki.
“Karena di dalam Nyari Gawe itu, kekurangan orang yang melamar dikasih tahu. Anda harus kursus akuntansi, Anda harus kursus otomotif, Anda harus kursus masak, misalnya. Itu dijawab,” kata Dedi Mulyadi, dilansir dari akun Instagram @dedimulyadi71.
Lebih lanjut, kepala daerah berusia 54 tahun itu juga mengatakan bahwa per hari ini, Rabu, 15 Oktober 2025, masyarakat yang mendaftar pada aplikasi tersebut sudah lebih dari 86 ribu orang.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa pihak perusahaan belum memberitahunya secara pasti siapa saja yang diterima bekerja di perusahaan mereka.
“Nah, hari ini yang daftar Nyari Gawe sudah 86.600. Tetapi perusahaan-perusahaan belum mengupdate kepada kita siapa yang diterima dan berapa orang,” ungkap Dedi Mulyadi.
Informasi terbaru yang disampaikan oleh Dedi Mulyadi terkait progres aplikasi Nyari Gawe tersebut sontak mendapat beragam komentar dari warganet.
Saat artikel ini ditulis, sudah ada lebih dari 400 warganet yang berkomentar di kolom Instagram milik Gubernur Jawa Barat tersebut.
Seorang warganet berharap, dengan adanya aplikasi ini dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Jawa Barat.
“Mudah-mudahan berkah aplikasi Nyari Gawe untuk warga Jabar,” tulis seorang warganet.
“Semoga sehat dan sukses terus, Pak Dedi Mulyadi,” tulis warganet lain yang mendoakan kesehatan sang gubernur.***
Editor : Eli Kustiyawati