RADAR BOGOR - Pandangan unik dilontarkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait dinamika popularitas dan elektabilitas pejabat publik.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menyinggung Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman yang menurutnya jika ingin mengalami lonjakan popularitas secara instan maka harus isu pribadi.
“Kalau pak Sekda terlalu lama bermain di media sosial, popularitasnya lambat, elektabilitasnya juga lambat. Namun, dengan isu yang menghebohkan, misalnya hubungan dengan pegawai atau urusan keluarga, dalam satu hari seluruh Indonesia bisa mengenal Sekda Herman,” canda Dedi Mulyadi di hadapan para HRD se-Jabar.
KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi) menambahkan, proses pengenalan publik terhadap seorang pejabat sebaiknya melalui perjalanan panjang yang diwarnai kebaikan dan integritas.
“Nanti, Bapak Ibu turun dulu, kemudian akan ditemukan oleh publik melalui kebaikan. Alhamdulillah, popularitas meningkat dan elektabilitas ikut naik,” ujar Dedi.
Tak lupa, Gubernur Jawa Barat ini menyelipkan candaan terkait risiko pribadi.
“Nah, persoalan di rumah, ditampar tujuh kali oleh istri itu resikonya,” ujarnya sambil tersenyum kepada Sekda disambut tawa.
Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tersebut kembali menyoroti bagaimana popularitas seorang pejabat bisa meningkat cepat, tapi tidak selalu melalui jalur profesional, melainkan kadang melalui isu yang mengejutkan publik. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim