Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Blak-blakan Lebih Suka Guru yang Galak, Ternyata Ini Alasannya

Asep Suhendar • Jumat, 17 Oktober 2025 | 08:06 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan karakter guru yang disukainya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan karakter guru yang disukainya.

RADAR BOGOR - Berbicara tentang guru, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyampaikan secara terang-terangan bahwa ia lebih menyukai guru yang galak dalam mendidik siswanya. 

"Saya senang sama guru yang galak," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari kanal Youtube Lembur Pakuan Channel, Jumat, 17 Oktober 2025. 
 
Dalam pidato yang disampaikannya, Dedi Mulyadi mengungkap alasan kepada lebih menyukai guru yang memiliki cara mendidik seperti yang ia ungkapkan di atas.
 
Menurut Gubernur Jawa Barat yang ke-16 itu, guru yang galak dinilai bisa membentuk karakter peserta didiknya, sehingga anak lebih siap untuk menghadapi dunia kerja di masa yang akan datang.
 
Baca Juga: Tahap 4 Bansos PKH dan BPNT 2025 Sudah Masuk Rekening KPM, Termasuk Wilayah Terpencil yang Disalurkan Lewat Kantor Pos dan KKS ATENSI
 
"Kenapa? guru yang galak cenderung membentuk watak dan karakter," sambung Dedi Mulyadi. 
 
Lebih lanjut, kepala daerah berusia 54 tahun tersebut juga mengatakan bahwa guru dengan karakter seperti itu akan lebih dikenang oleh siswa ketika mereka sudah dewasa. 
 
"Jadi, kalau Anda mendapat guru yang galak berbahagialah karena nanti Anda sudah dewasa, sudah berkeluarga, sudah punya pekerjaan guru yang akan jadi kenangan dalam hidup Anda justru guru yang galak itu," ungkap Dedi.
 
Baca Juga: Aplikasi Nyari Gawe Capai Puluhan Ribu Pelamar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Perusahaan Aktif Perbaharui Data
 
Kendati demikian, Dedi Mulyadi tetap menghimbau guru untuk tidak melakukan kekerasan fisik kepada siswa karena menurutnya sudah berbeda zaman saat masa ia masih sekolah. 
 
Dalam hal ini, Dedi juga menyebut, bahwa tindak kekerasan pada siswa bisa pelaporan kepada pihak kepolisian dan akan merugikan guru itu sendiri. 
 
"Sekarang mah tidak boleh karena bisa dimasukin laporan ke polisi," jelas Dedi Mulyadi.***
 
 
 
 
 
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #guru #gubernur jawa barat