Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aplikasi Nyari Gawe Dibanjiri Puluhan Ribu Pelamar Kerja dalam Dua Pekan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Perusahaan Transparan

Kholikul Ihsan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 13:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam sebuah acara.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam sebuah acara.
RADAR BOGOR - Aplikasi ketenagakerjaan Nyari Gawe milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mencatatkan lonjakan pengguna sejak diluncurkan awal Oktober 2025. Hanya dalam waktu sekitar dua pekan, aplikasi ini telah menarik minat 86.600 orang pencari kerja yang mengajukan lamaran.
 
Tingginya animo ini menunjukkan respons positif masyarakat terhadap platform yang diharapkan menjadi solusi utama penghubung antara pencari kerja dan industri di Jawa Barat.
 
Menyikapi fenomena ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah strategis dengan menekankan pentingnya transparansi dan pembaruan data yang valid dari pihak perusahaan.
 
Baca Juga: Protes Gara-Gara Tambang Parung Panjang Ditutup, Warga Bogor Ini Bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Siap Dipekerjakan di Proyek Pemprov Jabar
 
Dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, pada Kamis, 16 Oktober 2025, Dedi Mulyadi secara tegas meminta agar perusahaan-perusahaan anggota Apindo proaktif.
 
“Bu Ning, tolong perusahaannya aktif memperbaharui ya agar kita terus memiliki data valid,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.
 
Pembaruan data yang dimaksud adalah terkait jumlah pelamar yang sudah diterima bekerja, sebuah langkah krusial untuk mengukur efektivitas aplikasi dan tren penyerapan tenaga kerja.
 
Gubernur Jawa Barat juga menyoroti temuan penting mengenai persyaratan yang diminta oleh mayoritas perusahaan. Menurutnya, banyak perusahaan yang mensyaratkan pelamar untuk memiliki sertifikat keahlian spesifik, mulai dari kursus memasak, akuntansi, otomotif, hingga keahlian lainnya.
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Ajak Warga Awasi Proyek Pembangunan hingga Posting di Media Sosial, Dedi Mulyadi: Pekerjaan Terburuk dan Terbaik Diumumkan
 
Hal ini menggarisbawahi pentingnya upskilling dan reskilling bagi para pencari kerja di Jabar agar sesuai dengan kebutuhan pasar industri saat ini.
 
Pada kesempatan berbeda saat rapat koordinasi ketenagakerjaan di Purwakarta, Dedi Mulyadi kembali menegaskan filosofi utamanya terkait isu ketenagakerjaan. Ia menyebut bahwa para pencari kerja harus dipandang sebagai subjek, bukan objek.
 
“Mereka adalah pemilik perusahaan sama dengan pimpinan perusahaan, dia adalah pemegang saham dalam bentuk sumber daya yang melahirkan produktivitas dalam industri,” tegasnya. 
 
Sementara itu menyambut permintaan Gubernur, Ketua DPP Apindo Jabar Ning Wahyu Astutik menyatakan komitmen penuh asosiasinya.
 
“Saya akan dorong perusahaan di Jawa Barat untuk memperbaharui terus data dan menggunakkan aplikasi Nyari Gawe ini dengan sebaik-baiknya,” kata Ning.
 
Dukungan Apindo ini menjadi sinyal kuat bahwa Nyari Gawe berpotensi besar menjadi platform standarisasi rekrutmen di Jawa Barat, mempercepat penyerapan tenaga kerja, sekaligus menjamin ketersediaan data ketenagakerjaan yang akurat bagi pemerintah daerah.***
Editor : Eka Rahmawati
#dedi mulyadi #gubernur jawa barat #Nyari Gawe